RIAUMAKMUR.COM - Setelah kebijakan mengirim siswa bermasalah ke Barak Militer TNI menuai sorotan, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kini menerapkan aturan baru yang melarang penggunaan gawai atau handphone (HP) di lingkungan sekolah.
Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dan Perlindungan Anak (PP Tunas) yang diteken oleh Dedi sejak 2 Mei 2025.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, dalam kunjungannya ke SMAN 2 Purwakarta, Jawa Barat, Rabu, 14 Mei 2025.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Cari Solusi Sampah Jabar ke Banyumas, Belajar Ubah Sampah Jadi Listrik
“Kunjungan kami ke Purwakarta kebetulan saya dengan Pak Gubernur sempat berbincang mengenai apa yang bisa kita lakukan setelah PP Tunas lahir,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, Jabar menjadi provinsi pertama yang siap mengimplementasikan PP Tunas secara konkret di sekolah-sekolah.
“Surat edaran agar di lingkungan sekolah tidak lagi menggunakan gadget atau HP sudah dikeluarkan. Jadi saya apresiasi, ini ditindaklanjuti dan ditingkatkan,” tuturnya.
Sebelumnya, kebijakan Dedi Mulyadi dalam penguatan pendidikan karakter sudah lebih dulu menjadi perhatian publik.
Sejak 2 Mei 2025, sejumlah siswa dengan catatan kedisiplinan rendah mulai dikirim ke Barak TNI Resimen Armed 1 Sthira Yudha di Kabupaten Purwakarta.
Kebijakan ini, menurut Dedi, bertujuan membentuk karakter dan kedisiplinan para pelajar sebagai bagian dari pendekatan non-akademik dalam pendidikan.
Sementara itu, PP Tunas sendiri merupakan regulasi yang disahkan Presiden RI Prabowo Subianto pada 28 April 2025.
Aturan ini mewajibkan penyelenggara sistem elektronik (PSE) menjamin perlindungan anak dalam penggunaan internet, termasuk dalam ruang lingkup sekolah.
Dengan kombinasi pendekatan pendidikan karakter dan perlindungan digital, Jabar menjadi provinsi yang paling cepat bergerak dalam menindaklanjuti arah kebijakan nasional terkait perlindungan anak.
Artikel Terkait
Jangan Malu-malu, Barak 08 Minta Budiman Sudjatmiko Tentukan Arah Dukungan di Pilpres 2024
Didukung Koalisi Besar, Barak 08 Yakin Prabowo Subianto Menang Pilpres Satu Putaran
Jadi Representasi Anak Muda di Zaman Politik Modern, Barak 08 Usulkan Gibran Jadi Pendamping Prabowo
Solidaritas Palestina: Barak Kopi Galang Dana Rp3 Juta dan Rencana Aksi Selanjutnya
Ambil Formulir Pendaftaran, Dedi Harianto Lubis Siap Pimpin AFP Riau
Pj Bupati Dedi Supandi Berbagi Ilmu di Tengah Kesibukan
Dedi Mulyadi Soroti Normalisasi Sungai di Bekasi Lambat Gegara Masalah Lahan: Harus Diselesaikan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Temukan Bantaran Sungai di Bekasi Sudah Bersertifikat: Jangan Dibiarkan
Lucky Hakim Liburan ke Jepang Tanpa Izin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sindir Bahagia Tak Harus ke Jepang
Viral Libur Diam-diam dan Gunakan Mobdin, 2 Pejabat Jabar Dibuat Malu Gara-gara Sindiran Dedi Mulyadi
Bupati Ritchie Bawa Anak ke Kantor Viral, Dedi Mulyadi: Asal Jangan Bawa Selingkuhan
Pasca Viral Mobil Polisi Dibakar Oknum Ormas, Dedi Mulyadi Minta Wali Kota Depok Perhatikan Anak dan Istri Pelaku
Imbas Pembakaran Mobil Polisi, Dedi Mulyadi Akan Kumpulkan Ormas se-Jawa Barat Demi Cegah Premanisme
Tak Ambil Pusing Soal Julukan Gubernur Konten, Dedi Mulyadi Kini Minta Warga Jabar Diterima Jadi Petani Nelayan di Kaltim
Soal Dugaan Eksploitasi di OCI, Dedi Mulyadi: Saya Mau Usut Satu-satu 20 Nama Itu
Hentikan Tawuran Pelajar di Purwakarta, Dedi Mulyadi: Ada Orang Tua yang Rela Anaknya Masuk Barak Militer
Takut Istri, Bobotoh Gagal Konvoi Persib Juara? Begini Reaksi Kocak Dedi Mulyadi
Rafathar Adukan Mama Gigi ke Dedi Mulyadi karena Malas Mandi, Nagita Slavina Mau Dikirim ke Barak Militer?
Siswa Nakal di Jabar Akan Masuk Barak TNI, Menkomdigi Meutya Hafid: Bukan Dihukum, Tapi Dibina
Dedi Mulyadi Cari Solusi Sampah Jabar ke Banyumas, Belajar Ubah Sampah Jadi Listrik