Beda dari Kasus RPTKA, Wamenaker Immanuel Ebenezer Diduga Lakukan Pemerasan Sertifikat K3

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:16 WIB
KPK menyebut penangkapan Wamenaker Immanuel Ebenezer adalah terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3. (Instagram/immanuelebenezer)
KPK menyebut penangkapan Wamenaker Immanuel Ebenezer adalah terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3. (Instagram/immanuelebenezer)

RIAUMAKMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, giliran Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel yang diamankan.

Noel ditangkap tim KPK pada Rabu malam, 20 Agustus 2025.

Penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap sejumlah perusahaan yang tengah mengurus sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Baca Juga: Jejak Kontroversi Immanuel Ebenezer Sebelum Terjaring OTT KPK: Dari Janji Palsu Buruh Sritex hingga Laporan Alumni 212

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi senyap tersebut.

“Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/8/2025).

Meski demikian, Fitroh belum merinci berapa perusahaan yang menjadi korban pemerasan maupun jumlah pihak lain yang turut diamankan.

Sesuai aturan, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.

Untuk diketahui, sertifikasi K3 merupakan salah satu syarat penting bagi industri dalam menjamin standar keselamatan kerja.

Proses pengurusannya dilakukan secara resmi melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Istana Syok Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Prasetyo Hadi: Presiden Sudah Berkali-Kali Ingatkan Hati-Hati

Fitroh menegaskan, dugaan pemerasan yang menyeret Noel ini berbeda dengan perkara lain yang juga sedang diselidiki KPK di lingkungan Kemenaker, yakni kasus pemerasan terkait Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

Kasus ini sontak menjadi sorotan publik, sebab menyangkut pejabat selevel wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih.

Jika terbukti, OTT tersebut akan menambah panjang daftar kasus dugaan korupsi yang mencoreng sektor ketenagakerjaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X