PELALAWAN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi dari akhir Bulan Februari 2023 hingga pertengahan tahun 2023 kemarau akan melanda sebagian besar wilayah Riau.
Provinsi Riau menjadi salah satu daerah yang mengkhawatirkan terjadi bencana asap pada musim kemarau.
Bencana asap ini tak jarang disebabkan oleh adanya kebakarn hutan dan lahan (Karhutla).
Kabupaten Pelalawan jadi wilayah yangh rawan terjadinya bencana Karhutla.
Baca Juga: Wuling Alvez Resmi Diluncurkan di Pekanbaru, Yuk Intip Gimana Sih Kecanggihan Teknologi yang Diusung
Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kebakaran Hutan dan lahan yang sering terjadi pada musim kemarau, personel Babinsa Koramil 15/Kuala Kampar Serka humaidi Husen melakukan berbagai langkah antisipasi salah satunya kegiatan patroli bekerjasama dengan pihak perusahaan Rpk dan security perusahaan.
Babinsa Serka Humaidi Husen dan Rpk perusahaan melaksanakan kegiatan patroli Karhutla di wilayah binaannya bersama pihak perusahaan PT Arara abadi Distrik serapung, Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan, Kamis (23/03/2023).
“Pelaksanaan Patroli Karhutla di wilayah binaan kali ini dilakukan di daerah yang sulit dijangkau melalui darat sehingga harus ditempuh melalui jalur sungai dan Kanal dengan menggunakan speed boat bersama pihak perusahaan,” kata Serka Humaidi Husen.
Ia mengungkapkan bahwa dalam patroli yang dilaksanakan, tim memberikan himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat di pinggiran sungai tentang larangan membakar hutan dan lahan, disiplin penggunaan api serta bahaya Karhutla.
Baca Juga: Ngaku Sangat Ingin Berdakwah Saat Ramadan, Ini yang Diminta Ustaz Das'ad Latif Kepada Kaum Muslimin
“Tanggapan masyarakat tentang kegiatan ini mereka sangat mengapresiasi, sehingga mendukung pencegahan terjadinya kebakaran lahan dan hutan di wilayah mereka,” tutur Babinsa.
Secara terpisah Danramil 15/Kuala Kampar Kapten Inf Hendra P Barus menuturkan bahwa akhir-akhir ini melalui citra satelit sudah mulai terdeteksi beberapa titik Hot Spot di wilayah walaupun belum sepenuhnya musim kemarau.
“Adanya terdeteksi Hot Spot belum tentu pasti itu titik api sehingga perlu dicek dan koordinasi dengan pihak perusahaan terdekat. Pelaksanaan patroli langsung ke lapangan juga masih sangat dibutuhkan ketika adanya titik api yang baru muncul dan belum terdeteksi satelit sehingga dapat dilakukan pemadaman dini sebelum api membesar, ujar Danramil.