Kena Hujan, Payung Elektrik di Masjid An-Nur Hancur, Hardianto: Belum Dinikmati, Tapi Sudah Rusak

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Senin, 27 Maret 2023 | 20:48 WIB
Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto.
Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto.

PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto, mengaku prihatin dengan kerusakan yang dialami oleh payung elektrik di Masjid Agung An Nur.

 

Menurut Hardianto, payung elektrik di Masjid Agung An Nur ini memakan biaya yang sangat besar, yakni Rp 42 Miliar dan digadang-gadang akan menyerupai payung di Masjid Nabawi, Arab Saudi.

Sayangnya, kata Hardianto, payung elektrik di Masjid Agung An Nur ini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah karena hujan badai yang melanda Kota Pekanbaru.

Baca Juga: Belum Selesai, Payung Elektrik Rp 42 Miliar di Masjid An-Nur Pekanbaru Sudah Rusak, DPRD Riau: Kok Bisa Ya?

"Belum selesai, belum sempat dinikmati dan akhirnya dari sekian banyak ada beberapa yang robek," kata Hardianto, Senin (27/03/2023).

Politisi Partai Gerindra ini mempertanyakan, tujuan Pemprov membangun payung tersebut, apakah untuk menghalangi panas matahari dan hujan, atau hanya sebagian aksesoris saja di masjid.

"Tujuan pembangunan tentu akan disesuaikan dengan spesifikasi dan kualitas pekerjaan, jangan nanti ketika payung sudah terpasang, rupanya bisa robek kena hujan," katanya.


Baca Juga: Rusak Diterjang Hujan Es, Payung Elektrik di Masjid An-Nur Pekanbaru Dikuncupkan


Menurut dia, payung itu dibangun tentu tujuannya ada tiga. Pertama menambah keindahan dan estetika masjid Agung An Nur, karena tidak semua masjid di Indonesia punya payung yang menyerupai payung masjid Nabawi.

Kedua tentu payung ini bisa dikembangkan dan bisa menghalangi panas terik matahari. Ketiga, ketika hujan turun seharusnya juga payung ini bisa menjadi penghalang.

"Namanya kan payung. Yang namanya payung itu bisa digunakan saat panas, bisa saat hujan. Kalau tujuannya dikatakan bukan untuk mengadang hujan, ubah namanya, jangan payung namanya," kata Hardianto.

Lanjut dia, DPRD perlu mempertanyakan, dalam perencanaan kemarin, spesifikasi yang dibutuhkan dan terpasang itu seperti apa. Apakah perencanaannya yang salah, sehingga ketika dipasang, kena hujan saja, itu roboh atau robek.

"Atau pelaksanaannya yang salah, sehingga kualitasnya tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Sehingga ketika hujan deras, robek. Artinya target kualitas dan pemanfaatannya tidak tercapai," kata dia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Rekomendasi

Terkini

X