PEKANBARU - Gubernur Riau atau Gubri Syamsuar mengatakan bahwa penduduk di Riau, Indonesia, banyak yang bergantung pada perkebunan kelapa sawit untuk penghidupan mereka, sehingga penting bagi pemerintah untuk memperhatikan kehidupan para petani tersebut dalam kebijakan dan program-program mereka.
Demikian disampaikan oleh Gubri Syamsuar disela-sela safari Ramadhan 1444 Hijiriah / 2023 masehi ke Masjid Jamik Assalam, Desa Tasik Juang, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu, Selasa (11/04/2023) siang.
Gubri Syamsuar mengatakan bahwa sebagai industri besar, perkebunan kelapa sawit dapat memberikan sumber penghasilan bagi banyak masyarakat di Riau dan berkontribusi pada ekonomi daerah.
Namun, juga penting untuk diingat bahwa industri kelapa sawit sering kali memiliki dampak lingkungan dan sosial yang signifikan, termasuk deforestasi, kerusakan habitat, konflik lahan, serta buruknya kondisi kerja dan upah bagi pekerja di sektor ini. Sehingga dalam mengelola industri kelapa sawit, pemerintah juga perlu memastikan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
"Kami tahu persis ekonomi penduduk sangat tergantung dengan sawit, karena kebun sawit yang terluas di Indonesia ini adalah Riau. Ini terbagi sawit perusahaan dan juga sawit dari punya petani," kata Gubri Syamsuar.
Orang nomor satu di Riau ini juga menyampaikan tentang upayanya untuk mengusahakan agar harga tandan buah sawit ini tetap stabil, diantaranya dengan membuat Peraturan Gubernur Riau (Pergub) Nomor 77 Tahun 2020 tentang tata niaga cara penetapan harga tandan buah segar (TBS).
"Kami terus mengusahakan agar harga tandan buah sawit di Riau ini tetap stabil. Kami tidak setuju dengan adanya perlakuan harga-harga sawit yang tidak sepantasnya. Maka dari itu kami telah memberikan peraturan Gubernur yang mengatur harga buah sawit dimana setiap minggu dilakukan evaluasi bersama perwakilan pihak perusahaan maupun asosiasi," kata Gubri Syamsuar.
Pergub ini kata Syamsuar telah memberikan dampak baik bagi petani sawit di Bumi Lancang Kuning. Karena harga TBS paling tinggi saat ini berada di Provinsi Riau.
"Sampai saat ini, tetap harga tandan buah sawit yang paling tinggi di Indonesia adalah Riau. Karena kami pertama sekali yang membuat peraturan Gubernur ini agar harga-harga sawit ini tidak dimainkan oleh tengkulak dan termasuk para pemilik PKS," ungkapnya.
Maka dari pada itulah ekonomi Riau bisa termasuk bagus. Hal ini karena harga sawit masih stabil dan tidak begitu anjlok. "Sebab dari itulah ekonomi dari Riau saat ini termasuk bagus, karena saya katakan tadi masyarakat di Riau ini bergantung dengan sawit. Kalau harga sawit anjlok pasti banyak masalah. Tapi alhamdulillah sekarang aman-aman saja, makanya kami senang melihat ekonomi Riau ini," tukasnya.
Di akhir sambutannya, Syamsuar juga serahkan sapi ternak dari Pemerintah Provinsi Riau untuk para kelompok tani Subur Jaya dan di salurkan bantuan CSR BRKS kepada pengurus masjid Jamik Assalam sejumlah Rp25 juta. ***
Artikel Terkait
Daftar Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Periode 5-11 April 2023, Cek Disini!
Naik, Harga TBS Sawit Riau Dibayar Rp2.769,57 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya untuk Periode 12-18 April 2023
Harga TBS Sawit Riau Naik, Simak Penjelasan Berikut Ini