Merawat Tradisi, Karang Taruna Kecamatan Bandar Laksamana Gelar Perlombaan Lampu Colok, Hadiahnya Rp10 Juta

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Rabu, 19 April 2023 | 16:18 WIB
Ketua Karang Taruna Bandar Laksamana, Rahmad Nuryadi Putra. Ia menginisiasi perlombaan lampu colok di kecamatannya.
Ketua Karang Taruna Bandar Laksamana, Rahmad Nuryadi Putra. Ia menginisiasi perlombaan lampu colok di kecamatannya.

BENGKALIS - Sejak zaman dulu, hiasan lampu colok telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang diwarisi dari generasi ke generasi. Biasanya, tradisi ini dilakukan pada malam 27 Ramadhan, yang juga dikenal sebagai malam 7 likur menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Di Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, lampu colok memiliki makna sebagai simbol kebudayaan yang mengandung nilai-nilai agamis, kebersamaan, gotong royong, dan semangat mempertahankan tradisi sebagai sarana merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Bandar Laksamana, Rahmad Nuryadi Putra menyampaikan tradisi lampu colok perlu diapresiasi melalui perlombaan. Sehingga pihaknya menggelar perlombaan ini. Pesertanya umum bagi setiap tempat yang memiliki hiasan lampu colok, baik itu mewakili tempat ibadah seperti masjid atau musholla, tempat fasilitas umum. Bahkan, tempat keramaian yang strategis di setiap desa di Kecamatan Bandar Laksamana, dapat berpartisipasi dalam perlombaan tersebut.

"Ini merupakan tahun ketiga berturut-turut bagi Kecamatan Bandar Laksamana melakukan gerakan apresiasi membudayakan tradisi lampu colok. Berawal dari swadaya dukungan sejak tahun 2021, hingga kolaborasi dari pemerintah kecamatan, swasta dan organisasi Karang Taruna sebagai penyelenggara lomba lampu colok tingkat Kecamatan," kata pria lulusan Magister Ilmu Pemerintahan tersebut.

Setiap tahun, jumlah peserta yang mengikuti perlombaan ini semakin meningkat.

"Hal ini menunjukkan rasa peduli masyarakat, terutama para pemuda, dalam melestarikan tradisi lampu colok," ungkapnya.

Adapun persyaratan untuk ikut serta dalam perlombaan ini adalah setiap peserta harus memasang minimal 1.000 kaleng lampu colok dan menghidupkan lampu colok selama 4 malam berturut-turut.

"Lomba ini dimulai dari malam 27 hingga malam 30 Ramadhan. Total hadiah yang akan diberikan mencapai Rp10 juta. Hal ini disampaikan dengan tegas," kata Rahmad yang jug eks aktivis kampus Unri ini.

Ia berharap semoga budaya memperingati tradisi lampu colok dapat terus tumbuh dan menjadi semangat kebersamaan dan solidaritas antara para pemuda dan masyarakat setempat. Bukan hanya dalam hal perlombaan ini tetapi juga dalam membangun di semua bidang yang berkontribusi terhadap percepatan pembangunan di wilayah Kecamatan Bandar Laksamana.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Mulai dari organisasi Karang Taruna Kecamatan Bandar Laksamana hingga Camat Bandar Laksamana, Perusahaan, Swasta, Koperasi, dan Pemerintah Desa.

"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan hingga kegiatan lomba lampu colok ini terlaksana hingga akhir," ungkapnya.

"Kami mohon dukungan semua pihak pemuda dan masyarakat terus mengalir dari waktu ke waktu dalam menjalani aktivitas kegiatan pada masa yang akan datang," tutupnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Rekomendasi

Terkini

X