Jangan Hanya Dampak Negatif dari Hutan, Marwan Yohanis Berharap Ada Dampak Positif Hal Pengelolaan Hutan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Kamis, 4 Mei 2023 | 16:30 WIB
Anggota Pansus Pengelolaan Hutan Riau, Marwan Yohanis.
Anggota Pansus Pengelolaan Hutan Riau, Marwan Yohanis.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Anggota Pansus Ranperda Pengelolaan Hutan DPRD Riau, Marwan Yohanis, mengungkapkan pihaknya terus menggesa supaya Pemprov Riau membentuk BUMD baru.

BUMD baru yang dia maksud ini nantinya memiliki core bisnis di pengelolaan hutan. Tujuannya, kata Marwan Yohanis, adalag agar hutan-hutan yang masih ada ini mampu dimanfaatkan oleh masyarakat dengan ragam bentuk seperti hutan wisata, pengelolaan kayu atau nonkayu.

Makanya, lanjut Marwan Yohanis, Pansus mendorong agar segera dilakukan persiapan administrasi, pengelolaan, izin, sampai bagi hasil, juga sanksi-sanksi terutama dalam apabila terjadi kerusakan hutan akibat ulah orang tak bertanggung jawab.

Baca Juga: Nurliah Mundur dari Bacaleg Nasdem Untuk DPR RI Dapil Riau 2, Namanya Sempat Masuk Bacaleg Golkar

Baca Juga: Bobroknya Proyek Payung Elektrik di Masjid An-Nur, Kok Perusahaan dengan Penawaran Termahal Menang

Melalui Perda yang sah, Marwan berharap pemerintah segera membentuk BUMD untuk segera disosialisasikan ke masyarakat. Sehingga, lanjutnya, keberadaannya tak hanya diketahui oleh bupati atau camat sajamelainkan masyarakat.

“Ya karena sasaran kita masyarakat jadi mitra pemerintah dalam mengelola hutan ini. Jangan dampak negatifnya saja yang diterima masyarakat, tapi hasil dari hutan itu sesuai dengan peruntukannya dapat dinikmati masyarakat,” tutur Politisi Gerindra itu.

Marwan menekankan selama ini masyarakat terkena dampak negatif kerusakan hutan saja, banjir dan longsor misalnya yang terjadi karena tak ada serapan air.

Baca Juga: Masa Jabatan Muflihun Bakal Habis, Pengamat Wanti-wanti Supaya Tak Terjadi Cacat Prosedur

“Dampak ekonominya banyak sekali, karena yang mampu mengekploitasi hutan besar-besaran ya pemodal besar. Kerusakannya pun sangat besar,” ujarnya.

“Makanya perlu Pansus ini, jangan kita punya dinas yang mengurus hutan saja tapi ketika hutan dicuri berpuluh-puluh tahun dengan ribuan hektar tak tahu-menahu. Ke mana saja selama ini,” pungkas Marwan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X