Prodi IK Univrab Gelar Kuliah Umum 'Islam dan Jati Diri Melayu di Era Multikulturalisme dan Globalisasi'

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Sabtu, 13 Mei 2023 | 01:25 WIB
Kaprodi Ilmu Komunikasi Univrab, Suci Shinta Lestari SSos MIK menyerahkan bingkisan kepada Ustaz Dr KH Suhaidi.
Kaprodi Ilmu Komunikasi Univrab, Suci Shinta Lestari SSos MIK menyerahkan bingkisan kepada Ustaz Dr KH Suhaidi.

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Abdurrab (Prodi IK Univrab) Pekanbaru menggelar kuliah umum bertema "Islam dan Jati Diri Melayu di Era Multikulturalisme dan Globalisasi", Jumat (13/5/2023).

Kuliah umum Prodi Ilmu Komunikasi Univrab ini digelar di aula Univrab dengan mendatangkan Ustaz Dr KH Suhaidi, yang juga merupakan anggota DPRD Riau Dapil Inhil.

Kaprodi Ilmu Komunikasi Univrab, Suci Shinta Lestari SSos MIK mengatakan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi masif melakukan kegiatan kuliah umum dengan mendatangkan narasumber berpengalaman untuk menambah ilmu dan wawasan mahasiswanya.

"Kuliah umum kedua di semester genap ini kami rancang dengan tema mengikuti perkembangan dinamika kehidupan masyarakat di Riau," kata Suci Shinta Lestari.

Ia berharap semoga kuliah umum dengan tema Islam dan Jati Diri Melayu di Era Multikulturalisme dan Globalisasi ini dapat mengokohkan prinsip-prinsip kehidupan Melayu yang kental dengan syariat islam, khususnya pada generasi muda masa kini.

"Nilai-nilai islam yang menjadi prinsip hidup orang Melayu harus tetap kokoh di tengah arus globalisasi. Semoga kajian di kuliah umum ini dapat bermanfaat," ungkap Suci membuka kegiatan kuliah umum tersebut.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Univrab.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Univrab.

Sementara itu, Ustaz Dr KH Suhaidi mengawali pemaparannya dengan menyampaikan tentang Melayu dan Islam adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam sejarah dan budaya nusantara.

"Hubungan antara Islam dan Melayu sangat erat, karena Islam telah menjadi bagian integral dari identitas Melayu selama berabad-abad," kata Ustaz Dr KH Suhaidi.

Sejarah penyebaran Islam di Asia Tenggara, kata Ustaz Suhaidi, termasuk di wilayah Melayu, dimulai pada abad ke-7 Masehi melalui hubungan dagang dan kebudayaan dengan pedagang Arab.

Penyebaran Islam di wilayah Melayu terus berlanjut selama berabad-abad melalui perdagangan, perkawinan, dan pengaruh ulama.

Dalam budaya Melayu, Islam menjadi faktor penting yang membentuk nilai-nilai, norma-norma, dan adat-istiadat.

"Hal ini tercermin dalam bahasa Melayu, di mana banyak kata-kata dan frasa dalam bahasa Melayu memiliki akar kata dalam bahasa Arab, yang merupakan bahasa pengantar agama Islam," jelasnya.

Di samping itu, Islam juga telah memainkan peran penting dalam pembentukan identitas politik dan sosial Melayu. Di beberapa wilayah Melayu, seperti Malaysia dan Indonesia, Islam telah menjadi faktor unifikasi dalam membentuk negara bangsa Melayu modern. Sejak kemerdekaannya, kedua negara telah menegaskan identitas Islam dan Melayu dalam konstitusi mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X