Ini Fakta Betapa Bahayanya Spora Penyakit Antraks, Bahkan Dapat Bertahan Hingga Puluhan Tahun

photo author
Fadly Ibrahim, Riau Makmur
- Kamis, 13 Juli 2023 | 19:54 WIB
Ini Fakta Betapa Bahayanya Spora Penyakit Antraks, Bahkan Dapat Bertahan Hingga Puluhan Tahun
Ini Fakta Betapa Bahayanya Spora Penyakit Antraks, Bahkan Dapat Bertahan Hingga Puluhan Tahun

RIAUMAKMUR.COMSpora penyakit antraks itu sangat berbahaya.

Spora penyakit antraks dapat bertahan hingga puluhan tahun lamanya di tanah.

Spora penyakit antraks terbentuk jika bakteri antraks kontak dengan udara.

Dengan demikian, siapapun, sebaiknya jangan pernah menyepelekan penyakit antraks. 

Baru-baru ini, pemerintah melalui Kemenkes telah mengumumkan kasus baru penyakit antrak hingga menyebabkan korban jiwa.

Tiga orang meninggal dunia karena penyakit antraks di Gunung Kidul, setelah mereka memakan bangkai daging sapi yang telah dikubur. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kemenkes RI dr. Imran Pambudi mengatakan, antraks adalah suatu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Antraks umumnya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba. Celakanya, penyakit ini dapat dengan mudah menular ke manusia.

Bakteri penyebab antraks, apabila kontak dengan udara akan membentuk spora, yang sangat resisten terhadap kondisi lingkungan dan bahan kimia tertentu. Spora ini dapat bertahan sampai lebih dari 40 tahun di tanah.

Dia menjelaskan, spora Antraks dapat menular ke hewan ternak dan manusia bisa terinfeksi jika mengkonsumsi hewan ternak tersebut, dan juga dapat langsung masuk ke tubuh manusia lewat luka pada tubuh.

Untuk mencegah penularan, ada sejumlah gejala antraks pada hewan ternak yang perlu diwaspadai.

Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian drh. Nuryani Zainuddin mengatakan, gejala klinis antraks pada hewan berupa demam tinggi pada awal infeksi, gelisah, kesulitan bernapas, kejang, rebah, dan berujung kematian.

Gejala lain yang biasa terjadi seperti pendarahan di lubang hidung dan mulut hewan. Tidak jarang hewan ternak mengalami kematian mendadak tanpa menunjukkan gejala klinis.

''Hewan yang mati akibat penyakit ini perlu dibakar atau dikubur untuk mencegah penularan. Tidak boleh dibedah atau disembelih,'' ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fadly Ibrahim

Tags

Rekomendasi

Terkini

X