BPS Catat Riau Inflasi 1,96 Persen pada Juli 2023

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Selasa, 1 Agustus 2023 | 18:06 WIB
BPS ekspose inflasi Riau pada Juli 2023.
BPS ekspose inflasi Riau pada Juli 2023.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pada Juli 2023, gabungan 3 kota di Provinsi Riau mengalami inflasi Year On Year (Juni 2022 - Juni 2023) sebesar 1,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,59, secara bulan ke bulan juga mengalami inflasi sebesar 0,43 persen.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi mengatakan bahwa dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi y-on-y yaitu, Kota Pekanbaru sebesar 1,83 persen dan secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,37 persen.

Lalu, Kota Dumai sebesar 2,86 persen, secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,72 persen dan Kota Tembilahan sebesar 1,22 persen dan secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,40 persen.

"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. 3 kota IHK di Riau mengalami inflasi Year On Year (Juni 2022 - Juni 2023) sebesar 1,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,59, secara bulan ke bulan juga mengalami inflasi sebesar 0,43 persen," kata Asep Riyadi, Selasa (1/8/2023).

Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu kelompok transportasi sebesar 13,67 persen, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,78 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,27 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,84 persen.

Lalu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,82 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,98 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,95 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,40 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,39 persen.

Sedangkan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juli 2023, antara lain bensin, beras, rokok kretek filter, mobil, ayam hidup, kontrak rumah, sewa rumah, daging ayam ras, bakso siap santap, kentang, bawang putih, dll.

"Secara month to month juga terjadi inflasi dimana beberapa komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, antara lain cabai merah, angkutan udara, mobil, kentang, bawang merah, tomat," imbuhnya.

Sedangkan dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,58 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,63 persen.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, seluruh kota mengalami inflasi y-on-y, dengan inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Bengkulu sebesar 3,23 persen, diikuti oleh Kota Pematang Siantar sebesar 3,17 persen dan Kota Sibolga sebesar 3,14 persen.

Sedangkan inflasi y-on-y terendah terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 0,50 persen.

Berdasarkan urutan inflasi y-on-y kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut yaitu Dumai urutan ke-5, Pekanbaru urutan ke-17 dan Tembilahan urutan ke-21. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X