RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Ujian SIM C yang sebelumnya harus melakukan manuver angka 8, akhirnya dihapus secara nasional maupun di Provinsi Riau dan diganti huruf S.
Sebelum penghapusan Direktur Lalulintas Polda Riau, Kombes Dwi Nur, terlebih meninjau melakukan peninjauan langsung manuver baru di praktek ujian SIM C di Satpas 0914 Pekanbaru. Ia menjelaskan, perubahan pola ini dilakukan sesuai arahan Kapolri, agar ujian SIM C dipermudah.
"Sesuai arahan Kapolri meminta manuver angka delapan dan zig-zag sudah tidak ada lagi pada praktik uji SIM di Satpas 0914 Pekanbaru," jelas Kombes Dwi.
Kombes Dwi mengatakan, penerapan pola baru ini dinilai lebih memudahkan masyarakat dan dapat diterapkan saat berkendara."Saya datang kesini untuk mengecek manuver yang baru," kata Dirlantas.
Menurut Kombes Dwi, nantinya pola baru yang diterapkan ini sesuai dengan pengujian proses pengereman saat berkendara roda dua.
Kemudian, menindaklanjuti arahan Kapolri, pihaknya sudah mempersiapkan pola baru (S, red) dilapangan. "Sudah saya perintahkan di semua satpas yang ada di Riau. Agar mulai hari ini sudah berubah," ujar Kombes Dwi.
Pada kegiatan peninjauan pola ujian menggunakan pola S ini, Dirlantas turut didampingi Kasubdit Regident AKBP Ruri Prastowo dan Kasatlantas Polresta Pekanbaru Kompol Birgitta Atvina. ***
Artikel Terkait
TD Porwil XI Tinjau Venue Porwil XI Sumatera, Ini Hasilnya
225 Orang PPPK Akan Diterima Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Ini
Lukas Enembe Meresahkan Warga Rutan KPK Dengan Kerap Kencing Dicelana
Harga Pinang Kering di Riau Naik Jadi Rp5.950 per Kg
Dibintangi Chen Xingxu dan Zhang Ruonan, Drama My Boss Telah Selesaikan Proses Syuting, Ini Sinopsisnya
Buktikan Popularitas Luar Biasa, RIIZE Jadi Grup KPop Tercepat yang Raih 1 Juta Followers di Instagram
Tingkatkan Kualitas SDM Riau, Para Guru dan Tenaga Pendidik di Riau Bakal Dibimbing Global Catalyst Jerman
Bawaslu RI: Pasang Bendera dan Nomor Urut, Parpol Tak Langgar Aturan
Rahasia Cinta Bastian Steel dan Sitha Marino yang Selalu Terlihat Mesra
Gubri Dengarkan Aspirasi Warga Kepenuhan Timur Soal Abrasi Sungai Rokan