RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Brigjen TNI (purn) Edy Afrizal Natar Nasution melanjutkan kegiatan dakwahnya melalui Gerakan Salat Subuh Berjemaah (GSSB) Provinsi Riau. Acara ini Bertempat di Masjid Nurul Jannah Jl. Cipta Karya Pekanbaru, Sabtu (05/08/2023).
Syiar agama islam ini sudah dijalankan sebanyak 140 kali di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau. Tujuannya mengajak dan mengingatkan kepada hal-hal yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Dalam tausiyanya, Wagubri jelaskan makna rahmat Allah. Dalam literatur yang dibacanya, rahmat Allah berati kasih sayang Allah dan rahmat juga berarti pemberian dari Allah.
"Allah berikan anak yang dititipkan kepada kita, itu adalah rahmat. Harta yang Allah berikan hari ini itu juga rahmat. Bahkan, kesempatan yang Allah berika subuh ini juga rahmat," jelasnya.
"Pertanyaannya rahmat itu serta merta menjadi nikmat apa tidak? ternyata tidak, untuk mengubah rahmat itu menjadi nikmat, Allah mengembalikannya kepada kita masing-masing," imbuhnya.
- Baca Juga: Wagubri : Shalat itu Kewajiban Mutlak yang Harus Bisa Dipertanggungjawabkan di Hadapan Allah
Mantan Danrem 031/WB itu katakan, Allah sampaikan melalui surat Ar-Rad ayat 11 yang artinya Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
"Hari ini kita diberikan kesempatan dan waktu, saudara kita yang ada dirumah dan dijalan hari ini diberikan kesempatan dan waktu. Pertanyaannya, apakah kita memanfaatkan kesempatan dan waktu yang Allah berikan kepada kita semua dapat dimanfaatkannya dengan baik," terangnya.
Dianalogikannya, jika rahmat itu ibaratkan 1 kg beras, ada seseorang yang menanak beras sehingga menjadi nasi. Orang lainnya, jelas Wagubri, beras yang ia dapatkan itu ditumbuh hingga menjadi tepung dan diolah menjadi kue, orang lainnya lagi mendapat beras dan hanya didiamkan hingga beras itu berulat dan tidak dapat difungsikan lagi. Artinya rahmat yang diberikan sama namun nikmatnya berbeda.
"Apa artinya, kita sama-sama memiliki kesempatan dan pemberian yang sama, namun tidak semua memanfaatan pemberian itu dengan cara yang sama. Sama sama diberi kesempatan umur subuh ini, namun tidak semua yang memanfaatkannya rahmat itu menjadi nikmat," sebutnya.
"Maka inilah fungsi kita dalam GSSB ini, yaitu untuk mengingatkan, karena manusia ini adalah makhluk yang sering lupa maka harus diingatkan. GSSB ini sudah dilakukan sebanyak 140 di beberapah daerah, tujuannya mengajak ke ketakwaan, mengingatkan bahwa bahwa kita punya waktu terbatas, tidak selamanya memiliki waktu seperti ini," lanjutnya lagi.
Hal lainnya yang ingin didapatkan, ucapnya, dengan adayanya tausiyah oleh ustad saat GSSB diharapkan menambah ilmu keagaaman. "Dengan kita mengikuti kajian bersama para ustad-ustad kita, mereka menafsirkan hadis Allah bagi kita yang kurang paham dan bisa salah dalam menafsirkannya. Maka dari itu, kita harapkan ustad ustad kita yang paham ini untuk menambah ilmu pengetahuan kita dalam segi agama," tandasnya. ***
Artikel Terkait
Wagubri Edy Natar Nasution Audiensi bersama Himapeka Waradipa Unilak, Ini Pembahasannya
Wagubri Edy Natar Nasution Hadiri Penas Petani Nelayan XVI Tahun 2023 di Padang Sumbar
GSSB di Desa Balam Jaya Kampar, Wagubri Ajak Masyarakat Beribadah dan Bertaubat kepada Allah
Gubri dan Wagubri Pisah Sambut Danrem 031 Wirabima, Inilah Pengganti Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung
GSSB ke-134 di Masjid Nurul Iman Pasar Kampa, Ini Kata Wagubri Edy Natar Nasution
Hadiri Tabligh Akbar 1 Muharram 1445 H, Ini Kata Wagubri Edy Nasution
Cara Agar Hidup Lebih Baik, Versi Wagubri
GSSB ke 138 di Masjid Al Hidayah Perawang, Ini Yang Disampaikan Wagubri
Wagubri : Shalat itu Kewajiban Mutlak yang Harus Bisa Dipertanggungjawabkan di Hadapan Allah
Wagubri Edy Natar Nasution Menerima Audiensi PB Porwil Sumatera XI 2023 untuk Event Olahraga di Provinsi Riau