RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kampar belum diketahui apakah memberi kerugian atau tidak terhadap peternak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Yurnalis Rabu (31/1/2024).
Ia mengatakan hal ini dapat diartikan adanya komunikasi yang efektif antara Manajemen PLTA Koto Panjang, Kampar, Provinsi Riau dan instansi terkait terutama kepada para peternak.
Baca Juga: Riau Terima Bantuan PMT dari Kemenkes untuk Balita dan Ibu Hamil Terdampak Banjir
"Alhamdulillah di tahun ini kita tidak menerima laporan, baik keramba yang hanyut ataupun kerugian peternak ikan," ujar Yurnalis.
Komunikasi yang baik tersebut dijelaskan sebagai hasil dari pemberitahuan digital dan online saat pembukaan atau penutupan pintu PLTA.
"Manajemen Waduk Unit Layanan PLTA Koto Panjang mengumumkan penurunan pintu pelimpahan (Spillway Gate) dan begitu pula pada peningkatan," ujarnya.
Baca Juga: Pintu Waduk Buka 5x140 Cm, BPBD Riau Warning Kampar dan Pelalawan Waspada Banjir
Sementara itu Manager PLTA Koto Panjang, Cecep Sofhan Munwar, menjelaskan bahwa tindakan ini sebagai respons terhadap turun dan tingginya debit air masuk dan elevasi waduk.
"Kita selalu menyampaikan informasi terkait hal tersebut (penurunan dan peningkatan pintu pelimpah," pungkasnya.***