berita

Pertama di Sumbar, Lapas Padang Punya Dapur Bersih untuk Pastikan Gizi WBP Terpenuhi

Sabtu, 20 April 2024 | 15:48 WIB
Irjen Kementerian Kemenkumham RI Dr Reynhard Silitonga (kiri) saat meninjau Dapur Higienis di Lapas Kelas IIA Padang, Jumat (19/4/2024) sore.

RIAUMAKMUR.COM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang resmi memiliki dapur higienis yang diberi nama Basalero atau Dapur Bersih, Sehat Lamak Rasonyo. Ini merupakan lapas pertama di Sumbar yang memiliki fasilitas tersebut.

Dapur Basalero tersebut diresmikan oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI, Reynhard Silitonga, Jumat (19/4/2024) sore.

Reynhard sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lapas Padang dalam menjamin kehigienisan dan gizi makanan untuk para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Baca Juga: Klinik Pratama Lapas Pekanbaru Ikuti Pembukaan Survei Akreditasi

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumbar, Amrizal mengatakan, Dapur Basalero merupakan dapur higienis di lapas-rutan pertama yang ada di Provinsi Sumbar.

"Saya bersyukur, program ini sudah lahir di Sumbar, harapannya ini bisa menular ke lapas-rutan yang lain di Sumbar. Kepala Lapas Padang sudah bisa mewujudkan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa Dapur Higienis, seperti di Lapas Padang ini sudah banyak ditemui di lapas-rutan yang ada di Pulau Jawa. "Seperti di Jawa Barat (Jabar), pembuatan dapur higienis itu kan didukung oleh Pemerintahnya. Jadi kami harapkan, kami bisa juga bersinergi dengan Gubernur Sumbar atau Walikota atau Bupati di Sumbar terkait hal ini," ujarnya.

Baca Juga: WBP Lapas Kelas IIA Pekanbaru Diajarkan Beternak Ayam dan Bebek Petelur

Terkait dengan pengawasan, monitoring dan evaluasi dari Dapur Basalero tersebut, Amrizal meyakini Kepala Lapas Padang, Marten sudah memiliki kalender kerja terkait hal itu. "Tentu untuk menciptakan hal seperti ini, perlu instrumen, ada evaluasi dan monitoring," kata dia.

Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Marten menambahkan, sebelum adanya Dapur Higienis ini, pihaknya terlebih dahulu melakukan studi tiru dulu ke lapas-lapas yang sudah membuatnya di Pulau Jawa.

"Sebelumnya kita bentuk tim ke Lapas Cipinang untuk melakukan studi tiru. Setelah dari sana, kami kemudian membuat perencanaan, kemudian anggaran yang tersedia dan dirasa sangat cukup untuk membuat dapur itu. Setelah anggaran itu ada, kami langsung melaksanakan pembangunannya," beber Marten.

Baca Juga: Jalin Silaturahmi untuk Ciptakan Sinergi Menuju Masyarakat Maju, Aman, dan Sejahtera

Terkait dengan daftar menu yang dibuat, Marten mengatakan, hal tersebut sudah menjadi aturan baku dan memiliki pakem tersendiri dari Dirjen Pemasyarakatan.

"Dari daftar menu yang sudah dibuat itu sudah memenuhi standar gizi dan itu sama di semua lapas-rutan se-Indonesia.Artinya sudah pakem. Bicara tempat pengelolaan ini kan jadi terpisah antara dapur basah dan kering, kalau dulu kan bercampur," kata dia. ***

Tags

Terkini