RIAUMAKMUR.COM- Kolaborasi dua Badan Usaha Milik Aceh (BUMA), yakni PT Pembangunan Aceh (PT Pema) dan PT Pelabuhan Kota Langsa (Pekola), mencapai puncaknya dengan pengiriman perdana 3.500 ton sulfur ke Provinsi Riau.
Direktur Utama PT Pema, Ali Mulyagusdin menyampaikan, kegiatan ini menandai dimulainya operasi perdana sulfur di Pelabuhan Kuala Langsa, setelah sebelumnya dilakukan di Pelabuhan Blang Lancang Lhokseumawe.
"Pemindahan ini bertujuan untuk mengembangkan transaksi dan menghidupkan kembali pelabuhan-pelabuhan di Aceh. Alhamdulillah, rencana eksplorasi potensi sulfur Aceh yang telah direncanakan sejak lama akhirnya terwujud," ujar Ali, Minggu (21/4/2024).
Baca Juga: Pemkab Bengkalis Berharap Sabet Juara Umum pada MTQ ke-42 Riau
Menurut dia, pengoperasian perdagangan sulfur dengan volume pengiriman 3.500 ton menjadi tonggak penting pada awal tahun 2024.
“Kita berharap Kota Langsa terus berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa di wilayah timur Aceh,” ujar Ali.
Dia meyakini bahwa pengelolaan Pelabuhan Kuala Langsa akan berperan penting dalam memajukan ekonomi di Tanah Rencong.
Selain meningkatkan pendapatan daerah, kerja sama ini juga akan mendorong penciptaan lapangan kerja lokal dan pemanfaatan infrastruktur publik untuk menggerakkan investasi daerah.
Baca Juga: Antisipasi Bahan Berbahaya, Labkesda Kalsel Lakukan Pemeriksaan Sampel Makanan
Jika pengelolaan ini berhasil, akan ada kesempatan bagi masyarakat setempat untuk bekerja di industri tersebut.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari Pj Wali Kota Langsa beserta jajaran Forkopimda Kota Langsa, dan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kuala Langsa, serta General Manager PT Pelindo Regional Cabang Lhokseumawe yang terus membimbing PT Pema dalam operasi pengangkatan sulfur di Pelabuhan Kuala Langsa,” tutur Ali.
Untuk diketahui, program perdagangan sulfur di Pelabuhan Kuala Langsa merupakan salah satu langkah eksplorasi potensi daerah melalui pengiriman komoditi sulfur ke Riau. Aktivasi pelabuhan secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian lokal.
Baca Juga: Digelar Besok, Mimbar Kampus Forum Dosen Unkhair jadi Ajang Silaturahmi Akademisi
Penambahan aktivitas ini akan menciptakan transaksi jual beli dan meningkatkan perekonomian, sebagaimana yang diungkapkan oleh Mahdinur.
Dia yakin bahwa program pengangkatan sulfur di Pelabuhan Kuala Langsa adalah salah satu potensi yang menjanjikan bagi Aceh.