“Dengan acara ini, kita melihat awal yang baik bagi Aceh dalam mengeksplorasi potensi sulfur sebagai salah satu komoditas unggulan daerah,” tambah Mahdinur.
Dia berharap program ini terus berkembang untuk memajukan Aceh, khususnya Pelabuhan Kuala Langsa sebagai lokasi industri yang strategis.
Baca Juga: Suharyanti Harapkan Posyandu Mampu Sejahterakan Lingkungan Sekitar
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Pelabuhan Kuala Langsa akan menjadi basis ekspor sulfur dan membawa nama Aceh ke tingkat internasional.
PJ Wali Kota yang diwakili oleh Sekda Langsa, Sayed Mahdum, menyatakan dukungan penuh terhadap operasi ini dalam pidatonya,
“Kami mendukung penuh kegiatan operasional ini, semoga dapat berjalan lancar dan berlanjut. Kami ingin investasi ini tetap berada di Langsa, dan bahkan kami berharap bisa menarik investasi lainnya.”
Baca Juga: Akomodir Putra Putri Terbaik Riau di Pilkada, PKB Riau Resmi Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah
Ketua Tim Komersialisasi Sulfur PT Pema, Panca Tri Ramadhani Ritonga, menyatakan dalam wawancaranya, “Alhamdulillah, kami berhasil melakukan pengangkatan perdana sulfur melalui Pelabuhan Kuala Langsa dengan lancar meskipun cuaca tidak bersahabat.”
“Hari ini, kami akan mengirimkan 3.500 ton sulfur ke PT Asia Pasific Rayon yang akan digunakan di salah satu pabrik di Riau. Kami juga menargetkan pengiriman lainnya pada bulan Juni mendatang. Kami memohon doa agar kami dapat melakukan ekspor sulfur ke negara tetangga,” ucapnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran operasi ini, termasuk Kepala KSOP Kota Langsa, GM PT Pelindo Langsa, PT Medco E&P Malaka, Forkopimda Kota Langsa, PT Pekola, Transportir PT Maligo, Polres Kota Langsa, Kodim 0104 Aceh Timur, para awak media, mahasiswa, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini.
Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Pengoperasian Bandara Panua Pohuwato
“Kami berharap terus mendapat dukungan dalam upaya kami untuk menghidupkan Pelabuhan Kuala Langsa melalui pemanfaatan komoditi sulfur dan komoditi lainnya," pungkasnya. ***