RIAUMAKMUR.COM- Gunung Api Gamalama di Ternate, Provinsi Maluku Utara, saat ini menunjukan penurunan aktivitas terutama kegempaan hembusan dan gempa vulkanik.
Sesuai hasil pengamatan pada pukul 00.00 sampai 24.00 WIT tanggal 21 April 2024 kemarin tercatat untuk gempa hembusan 3 amplitudo 3-4 mm, dengan durasi 12.13-21.4 detik.
Kemudian, gempa tektonik lokal 9 amplitudo 3-40 mm, S-P : 5.11-9.58 detik, dengan durasi 21.31-46.12 detik, serta gempa tektonik jauh juga 6 amplitudo 3-42 mm, S-P : 13.55-16.76 detik, dengan durasi 44.43-137.99 detik.
Baca Juga: Kementerian ESDM Imbau Warga di Sekitar Gunung Marapi Waspada Banjir Lahar
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama di Sabia Belakang Kelurahan Sangaji Utara, Triyanto dalam laporan aktivitas pada Senin (22/4/2024) mengatakan, dari pengamatan terlihat asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 10-20 meter di atas puncak kawah.
”Yang terekam gempa hembusan 3 amplitudo, tektonik jauh 6 amplitudo dan tektonik lokal terekam 9 amplitudo, namun belum dipastikan akan terus terjadi penurunan karena masih terus dilakukan pemantauan,” ujarnya.
Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan jika mendengar tentang masalah aktivitas gunung api Gamalama diharapkan untuk dapat menghubungi langsung di Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama di Sabia Belakang Kelurahan Sangaji Ternate Utara.
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Ruang Mengganggu Penerbangan
Kepada masyarakat dan pengunjung serta wisatawan diimbau agar tidak melakukan aktivitas pada radius 1,5 km dari kawah Gunung Api Gamalama.
Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Api Gamalama agar waspada potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar. ***