RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak erupsi Gunung Api Ibu yang mengungsi secara mandiri di wilayah Halmahera Utara.
Sekretaris BPBD Halbar, Ade Fabanyo, Minggu (26/5/2024), mengungkapkan, pada hari pertama yaitu Kamis (23/5/2024) ada empat titik lokasi warga yang mengungsi secara mandiri di wilayah Tolatib Kecamatan Kao Barat, Halmahera Utara yang telah disalurkan bantuan logistiknya.
“Ada sebanyak 83 Kepala Keluarga (KK) 230 jiwa yang telah kami bagikan paket logistik langsung di lokasi pengungsi yakni beras, mi instan dan baby kit, karena di lokasi pengungsi ada balita, lansia dan disabilitas,” terang Ade.
Baca Juga: Siapkan Dapur Umum Pengungsi Erupsi Gunung Ibu, TNI Gandengan dengan BPBD
Dia mengatakan, pengungsi yang berada di wilayah Tolabit merupakan warga dari Desa Arujaya, Tolisaor, Togoreba Tua dan Pasalulu. Mereka mengungsi saat erupsi terjadi.
Sementara pada hari kedua penyaluran bantuan logistik, kata Ade, telah dilakukan pada Sabtu (25/5/2024) di dua lokasi pengungsi yakni Gunung Opan dan Desa Bosala Kecamatan Ibu Utara (Tabaru).
“Pengungsi yang berada di dua lokasi itu dari Desa Goin dan Desa Togowo. Mereka ini mengungsi secara mandiri sejak adanya peningkatan level IV Gunung Api Ibu,” ungkapnya.
Baca Juga: Petugas BPBD Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Tanah Datar
“Setelah menerima informasi dari Kepala Desa setempat bahwa ada warga mereka yang telah mengungsi di dua lokasi tersebut, maka kami langsung datang mendata sekaligus memberikan bantuan beras, mi instan dan baby kit,” sambungnya.
Ade menambahkan, jumlah warga yang berada di dua lokasi tersebut yakni di Gunung Opan sebanyak 13 KK 44 jiwa yang ditempati oleh Warga Goin dan di Desa Bosala sebanyak 96 KK dengan jumlah jiwa kurang lebih 300 orang yang ditempati oleh warga Togowo.
“Kami berharap bantuan dari pemerintah ini bisa diterima dan jika sudah ada penurunan level dari IV (Awas) ke level III (Siaga) bisa kembali ke rumah masing-masing,” harapnya. ***