RIAUMAKMUR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menerima 417 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) tahun akademik 2023/2024 angkatan ke- XX untuk kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Malinau, Senin (10/6/2024). Sekda Malinau Ernes Silvanus berharap, para mahasiswa bisa menerapkan ilmunya untuk membantu masyarakat desa setempat.
“Dan yang terpenting terapkan ilmu yang sudah diterima di kampus kepada masyarakat. Misal ada yang pintar di bidang matematika atau bahasa inggris maka ajar anak-anak yang ada di desa. Silahkan nanti dikomunikasikan dengan kepala desa,” ujar Ernes pada acara penerimaan resmi mahasiswa KKN di ruang Tebengang Kantor Bupati Malinau.
Karena jumlahnya yang sangat besar, Sekda Ernes meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Malinau untuk serius mengkoordinir para mahasiswa dan segera menyingkronkan apa yang menjadi program di desa dan apa yang menjadi harapan dari universitas.
Baca Juga: Kapolres Aceh Barat Gandeng Komunitas Vespa Klasik Turunkan Laka Lantas
Ernes juga meminta DPMD Malinau secara berkala melakukan pembinaan kepada mahasiswa serta fokuskan apa yang menjadi program dari UBT agar disupport. Sekda berharap mahasiswa KKN dapat memberikan catatan dalam hal apapun selama melaksanakan KKN di desa kepada pemerintah daerah melalui DPMD.
“Mungkin itu dalam hal kebijakan atau ada perilaku ASN di desa ini atau kecamatan ini seperti ini, maka yang dibutuhkan harusnya seperti ini. Ini masukkan bagi pemerintah daerah, bagi kami semua dalam menyusun program ke depan,” tuturnya.
Sementara Kepala Pusat Kebijakan Publik Hukum dan Humaniora LPPM Universitas Borneo Tarakan Dr. Marthen B. Saliding mengatakan, mahasiswa KKN tahun akademik 2023/2024 telah disebar ke empat kabupaten dan satu kota. Kabupaten Malinau katanya, merupakan kabupaten yang mendapat porsi terbanyak yakni 417 mahasiswa. Mereka terbagi dalam 30 kelompok dan ditempatkan di 29 desa dan lima kecamatan.
Baca Juga: Zhao Lusi dan William Chan Serasi di Upacara Pembukaan Syuting Drama Modern Tencent 'Loves Ambition'
Salah satu program utama mahasiswa KKN tahun ini ialah Proklim (Program Kampung Iklim) yang menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malinau. “Harapan kami program ini bisa direalisasikan dengan baik dan apabila mahasiswa mendapat kendala dalam pelaksanaannya mohon konsultasi dengan Dinas Lingkungan Hidup yang ada di Kabupaten Malinau,” ujarnya.
Mewakili UBT, Marthen menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Malinau atas apresiasi yang begitu tinggi yang selama ini dirasakan oleh pihak universitas atas penerimaan mahasiswa KKN di Malinau. “Kabupaten Malinau kami nilai yang paling banyak memberikan apresiasi yang tinggi, karena itu makin tahun makin banyak mahasiswa yang kami kirim ke sini,” ungkapnya.
Hal ini disampaikan Marthen bukan tanpa alasan, sebab di suatu daerah ada yang tidak mau menerima mahasiswa KKN bahkan ada yang disuruh sewa rumah sendiri selama melaksanakan KKN. “Ini yang membuat kami merasa sedih, kenapa ada yang seperti itu. Tetapi puji syukur bahwa sejauh ini kami tidak merasakan hal itu di Malinau,” ucapnya.
Baca Juga: Beda Dari Armageddon, aespa Bagikan Foto Konsep Centil Untuk Debut Single Jepang 'Hot Mess'
Karena itu, ia berpesan kepada mahasiswanya untuk tidak meninggalkan hal-hal yang bersifat negatif di desa. “Karena apa yang kalian lakukan di desa akan menjadi kenangan bagi penduduk setempat. Kemudian hargai adat dan budaya yang ada di desa,” pungkasnya.