berita

Intensif Periksa Kesehatan Hewan Kurban, Pemkab Tidak Temukan Adanya Penyakit

Kamis, 13 Juni 2024 | 12:30 WIB
Petugas Dislutkanak Batang (kiri), memeriksa hewan di Kandang Sapi Ridwan Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Batang meningkatkan pemeriksaan terhadap hewan kurban menjelang Iduladha 1445 H, Pemkab juga memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat, karena beberapa minggu ini merebak kembali penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Bahwa hasil pemeriksaan tidak ada hewan sakit, mudah-mudahan tidak ada hewan kurban di Kabupaten Batang yang terkena penyakit,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dislutkanak Batang Syam Manohara saat ditemui usai pemeriksaan di Kandang Sapi Ridwan Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (12/6/2024).

Pengawasan dimulai dari 10 hingga 24 Juli 2024 sampai data keseluruhan hewan kurban 2024 selesai. Peningkatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dikencangkan menjelang Iduladha, khususnya merebaknya kembali penyakit PMK di luar Kabupaten Batang. “Beberapa bulan yang lalu ditemukan dua ekor sapi di Kabupaten Batang terkena PMK, langsung dilakukan pemotongan juga saat terindikasi,” jelasnya.

Baca Juga: Menepis Keraguan dan Ketakutan Terdalam pada Mobil Listrik

Hal ini membuat para peternak hewan kurban di Kabupaten Batang lesu, tidak berani menambah stok hewan karena takut sapi yang dibeli terkena penyakit PMK. “Tidak hanya itu, peternak mengeluhkan menurunnya peminat masyarakat untuk melakukan kurban pada Iduladha tahun 2024, karena bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru pada anak-anak sekolah,” terangnya.

Masyarakat lebih fokus kepada anaknya terlebih dahulu sambil menabung kembali agar bisa berkurban tahun depannya.

Syam Manohara menyebutkan, pada persiapan hewan kurban 2024 ini penjualan mengalami penurunan yang diprediksikan mencapai 30 persen tapi harga jualnya mengalami peningkatan 15 persen. “Melihat data tahun lalu, jumlah hewan kurban untuk sapi berjumlah 3.008 ekor dan kambing berjumlah 2.080 ekor,” ungkapnya.

Baca Juga: Kemenparekraf Bentuk TPPN Wujudkan SDM Pariwisata Berdaya Saing Global

Peternak sapi sendiri tidak berani menambah stok hewannya pada saat ini karena penyakit PMK yang kembali muncul kembali. “Hewan yang ada dikandang merupakan stok dari beberapa bulan yang lalu jadi kondisi kesehatannya bagus,” ujar dia. 

Tags

Terkini