RIAUMAKMUR.COM - Keberadaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
PHR dinilai memberikan dampak positif bagi Riau, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dikutip dari siaran pers Pertamina pada Kamis (25/7/2024), hal tersebut disampaikan oleh Kabid Energi Baru dan Terbarukan Dinas ESDM Riau, Baharufahmi, mewakili Pemerintah Provinsi Riau dalam acara Supplier Engagement Day 2024 dengan tema 'Semangat Kolaborasi dan Kemitraan untuk Keunggulan Operasi dan Anti Penyuapan', di Pekanbaru.
Acara itu dihadiri lebih dari 500 perusahaan mitra kerja dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Riau.
Baharufahmi menyampaikan, acara tersebut merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan sinergi antara PHR dan para mitra kerja, serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.
Baca Juga: Dinas Pertanahan Aceh Besar Gelar Sosialisasi Penyusunan SOP Urusan Bidang Pertanahan
“Kami harapkan kita semua bisa fokus dan sinergi untuk industri hulu migas di 2024 agar memberikan dampak ke Provinsi Riau lewat bagi hasil, Participating Interest (PI) 10 persen dan efek berganda terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Dalam tiga tahun ini kami mendapatkan berita baik bahwa penggunaan vendor lokal naik jumlahnya daripada sebelumnya dan PHR memiliki komitmen K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) yang tinggi,” ujar Baharufahmi.
Kabid Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Riau, Bayu Surya, menambahkan, hadirnya PHR di Riau sungguh merupakan potensi besar untuk kemajuan Riau.
"Kolaborasi dan kemitraan adalah sinergi yang baik untuk operasi PHR, kami turut mendukung agar operasional berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Provinsi Riau dengan migas atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir.
Dari Rp129,74 juta pada 2021, kemudian naik cukup signifikan menjadi Rp151,26 juta di 2022, dan naik lagi menjadi Rp154,52 juta pada 2023.
Baca Juga: Pemkab Aceh Besar Apresiasi Aksi Kemanusiaan Mahasiswa FKG USK
Jika dilihat dari PDRB per kapita secara riil (atas dasar harga konstan), PDRB per kapita mengalami kenaikan dari tahun 2021 yaitu Rp78,32 juta menjadi Rp80,77 juta pada tahun 2022, dan mengalami peningkatan lagi menjadi Rp83,07 juta pada tahun 2023.
Data BPS juga menyebut, kontribusi ekonomi kabupaten atau kota yang memiliki sumber daya migas sangat berpengaruh terhadap perekonomian Riau.
Perekonomian di Riau saat ini juga masih bergantung dari minyak mentah yang tersebar di beberapa kabupaten.