RIAUMAKMUR.COM - Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menegaskan pentingnya keluarga berkualitas sebagai pondasi untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Penurunan angka stunting harus menjadi prioritas utama untuk mewujudkan hal tersebut.
Hal itu disampaikan Hasto saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Nagan Raya, Aceh, dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 di Provinsi Aceh.
Acara yang mengusung tema "Keluarga Berkualitas, Indonesia Emas, Untuk Menuju Visi Indonesia Emas 2045" itu berlangsung di Alun-Alun Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (7/8/2024).
Baca Juga: Hadiri Pesta Kuliner Sehat, Pj Gubri: Upaya Bersama Cegah Stunting
Kunjungan di Kabupaten Nagan Raya ini juga menjadi momen peluncuran Aceh Population Clock, sebuah inovasi untuk pemantauan populasi di Aceh secara real-time.
Sebagai informasi, Aceh Population Clock ini dapat memberikan gambaran Populasi di Provinsi Aceh dengan menampilkan data Jumlah Penduduk, Jumlah Kelahiran dan Jumlah Kematian yang terus bertambah setiap detiknya.
Population Clock ini merupakan pengembangan dari Aplikasi Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk atau dikenal sebagai Siperindu versi Terbaru, yang sebelumnya telah di-launching di Tingkat Nasional.
Baca Juga: Pemkab Siak Sambut Hangat Kedatangan Peserta Incolwis 2024 di Kota Pusaka
Sebelum acara seremonial dimulai, Kepala BKKBN menyempatkan diri untuk mengunjungi stan pelayanan KB bagi masyarakat Nagan Raya serta melakukan pemasangan pelayanan KB implan.
Selain itu, Hasto juga meninjau stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan Usaha Peningkatan Penghasilan Keluarga Aksepto (UPPKA) Kabupaten Nagan Raya, keduanya berperan dalam peningkatan penghasilan keluarga di daerah tersebut.
Hasto menyampaikan bahwa BKKBN dan perangkat daerah yang menangani keluarga berencana (KB) memiliki dua tugas utama. Pertama, menjaga pertumbuhan penduduk agar seimbang dan yang kedua, memastikan terwujudnya keluarga yang berkualitas.
Baca Juga: Bawaslu Riau Gelar Sosialisasi dan Pentas Budaya di CFD Pekanbaru
“Peringatan Hari Keluarga Nasional erat kaitannya dengan keluarga berkualitas sebagai fondasi Indonesia emas. Untuk mencapai hal ini, penurunan angka stunting menjadi prioritas utama,” ujar Hasto
Menurut Kepala BKKBN, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Aceh berada jauh di bawah 20%. Namun, dia mengingatkan pentingnya untuk terus memberikan perhatian lebih pada masalah stunting.
Hasto mengapresiasi kondisi sosial di Aceh yang stabil, tercermin dari angka perkawinan dan perceraian yang relatif stabil serta Indeks Pembangunan Keluarga tertinggi di Indonesia.