berita

KPAI Sebut Kekerasan Anak Banyak Terjadi di Keluarga

Minggu, 8 September 2024 | 12:43 WIB
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu (8/9/2024). (Foto: RRI NET)

RIAUMAKMUR.COM - Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyebut kasus kekerasan terhadap anak banyak terjadi di lingkungan keluarga. Dimana kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) orang tua dapat berdampak pada seorang anak.

"Jadi artinya adalah orang terdekat menjadi pelaku kasus kekerasan tersebut, bapak dan ibu," kata Jasra dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu (8/9/2024). Selain itu, kata dia, kasus kekerasan terhadap anak terjadi karena pola pengasuhan yang tidak terlalu kuat. 

Dimana fungsi keluarga belum berjalan. "Kasus kekerasan terhadap anak juga didorong olehg faktor lingkungan, masyarakat tidak peduli," ujarnya. 

Baca Juga: Pemprov Riau Beri Motivasi Kepada 56 Kafilah Untuk Fokus Hadapi MTQ Nasional XXX

Ditambah lagi, kata Jasra, lingkungan pendidikan belum terlalu kuat dalam persepektif perlindungan anak. Karena lingkungan pendidikan masih sibuk dengan menjalankan kurikulum pelajaran.

"Lingkungan pendidikan belum mampu untuk memitigasi kekerasan. Mulai dari lingkungan keluarga," ucapnya. 

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat sebanyak 11.796 anak menjadi korban kekerasan sepanjang tahun 2024. Jumlah kekerasan pada anak ini tercatat dari 1 Januari hingga 7 September 2024.

Baca Juga: MTQ XXX Nasional, Pelatih Kafilah Riau Berharap Begini

Dikutip dari laman Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), 11.796 anak menjadi korban kekerasan dari 10.652 kasus.

Rinciannya, 8.373 korban merupakan anak perempuan, sedangkan anak laki-laki yang menjadi korban berjumlah 3.423.

Tags

Terkini