RIAUMAKMUR.COM - Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yuli Astuti menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan berbasis teknologi nuklir di Indonesia, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat
Hal tersebut disampaikannya saat menggelar kegiatan “Simulasi Kegawatdaruratan Medis” sebagai kesiapsiagaan menghadapi bencana nuklir di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) pada 18-20 September 2024.
"Kami terus mengembangkan pelayanan kesehatan dengan teknologi nuklir, termasuk menyebarkan fasilitas dan sumber daya manusia ke beberapa rumah sakit di seluruh Indonesia,” kata Yuli melalui keterangan resmi yang dikutip InfoPublik Sabtu (21/9/2024).
Baca Juga: Jadwal Konser NDX AKA Hingga Akhir September 2024, Ada di Kotamu?
Perundang-undangan nasional terkait ketenaganukliran mengamanatkan, setiap kegiatan yang melibatkan nuklir wajib memperhatikan keselamatan dan kesehatan publik, serta perlindungan terhadap lingkungan.
Kedaruratan nuklir dapat terjadi akibat bencana alam, kecelakaan, tindakan kriminal, atau kesalahan penanganan, sehingga membutuhkan perencanaan yang matang untuk mitigasi dan penanganannya.
“Kita perlu memastikan kesiapan logistik, mekanisme pelayanan, serta koordinasi lintas sektor, terutama dalam tata laksana kegawatdaruratan medis yang melibatkan teknologi nuklir,” kata Yuli.
Baca Juga: PKRS, Pengawas Disdik : Cegah Praktek Kekerasan Seksual
Direktur Medik RSHS Iwan Abdul Rachman menyatakan lokasi strategis RSHS yang berdekatan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Taman Sari, Bandung, menjadikan kesiapan menghadapi bencana nuklir sangat penting.
“Kami sangat berterima kasih telah diberi kesempatan menjadi tuan rumah simulasi ini, karena kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana nuklir sangat penting mengingat posisi geografis dan fasilitas nuklir yang kami miliki,” kata Iwan.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 peserta, termasuk RS Rujukan Bencana Nuklir Nasional seperti RSUP Fatmawati Jakarta, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Baca Juga: Pelatihan PKRS Cetak Generasi Sehat Dan Bermartabat
Kegiatan itu juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), BRIN, PSC 119, serta beberapa organisasi profesi terkait.
Kerja sama Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes dan BRIN Taman Sari dalam penyelenggaraan simulasi ini menunjukkan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.
Melalui kolaborasi yang baik, diharapkan sistem tanggap darurat dan transformasi kesehatan nasional dapat terus diperkuat.