berita

Pemkab Kampar Rapat Kordinasi Terkait Pengendalian Inflasi Dengan Kementerian Dalam Negeri

Selasa, 3 September 2024 | 12:55 WIB
Suasana rapat virtual Pemkab Kampar terkait Inflasi

RIAUMAKMUR.COM, KAMPAR - Pj Bupati Kampar Hambali,SH,MH diwakili Asisten II Setda Kampar Suhermi,ST kembali ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di ruang Command Center lantai II Kantor Bupati, Selasa (3/9/2024).

Rapat koordinasi secara virtual dari Kantor Kementrian Dalam Negeri ruang Sasana Bakti Nusantara tersebut dimpini oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Tito Karnavian, diwakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dr Sugeng Hariyono, M.Pd.

Baca Juga: Jangan Tertipu! DJP Minta Wajib Pajak Waspada Modus Penipuan Baru yang Mengancam Minta Pelunasan Tunggakan

Pj Bupati Kampar Hambali, SE, MBA, MH yang diwakili oleh Ir Suhermi, pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan bahwa perkembangan inflasi kabupaten kampar per Agustus 2024 terhadap pencatatan pada Juli 2024 sebesar -0,14 %.

Sementara itu inflasi tahun ketahun agustus 2024 terhadap agustus 2023 sebesar 2,00 %, serta untuk inflasi kalender aguatua 2024 terhadp desember 2024 swbesar -3,35 %.

Baca Juga: PT Pertamina Patra Niaga Raih Lima Penghargaan Internasional dalam Asian Impact Award 2024

Selanjutnya, pada bulan Agustus 2024 ini terjadi inflasi m-to-m sebesar -0,14% inflasi n-on-n dan inflasi y -to- d sebesar sebesar -0,35%.

Rapat Pemkab Kampar

Adapun penyumbang utama deflasi pada hlan agustus secara secara m-to-m adalah kelompok maianan, minumam dan tembakau dengan andil 0,19%, komoditas penyumbang utama deflasi antaraboain bawang merah, cabai hijau, terong, telor ayam ras dan buncis.

Baca Juga: Hari Tani Nasional, PT KPI Kilang Dumai Perkuat Ekonomi Lokal dengan Pertanian Hortikultura Berkelanjutan Ramah Lingkungan

Semenetara penyumbang utama Inflasi Agustus 2024, secara y-on-y adalah beras dengan komoditi kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,86%,.

Sedangkan Kelompok kentersedian makanan dan minuman (restoran) dengan andil 0,56%, dengan kelompok komoditi adalah ketupat/lontong sayur.

Baca Juga: KPU Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati Kuansing, Yang Mana Pilihanmu?

"Serta terakhir kekompok perawatan, dan jasa lainnya dengan andil 0,53%, komoditi utama penyumbang untuk inflasi pada kelompok ini adalah Emas Perhiasan," terang Suhermi.(adv)

Tags

Terkini