berita

Penyuluh Pertanian di Aceh Terjun Langsung dalam Tanam Perdana Padi Musim Rendeng 2024

Sabtu, 2 November 2024 | 18:00 WIB
Musim Tanam Rendeng 2024 dimulai. Penyuluh Pertanian Marlina bersama petani binaan di Desa Batee Linteung, aceh.

RIAUMAKMUR.COM - Musim Tanam (MT) Rendeng atau MT II Tahun 2024 di beberapa kabupaten di Aceh telah memasuki jadwal tanam. Salah satunya adalah di Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar.

Di kawasan persawahan Blang Pinto Paya, Desa Batee Linteung, Kecamatan Simpang Tiga, yang merupakan wilayah binaan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Simpang Tiga, Dinas Pertanian Aceh Besar, telah dilakukan tanam perdana padi sawah.

Marlina, seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat, langsung turun ke sawah menanam padi bersama para petani binaannya. Marlina sendiri memiliki tiga desa binaan di Kecamatan Simpang Tiga, yaitu Desa Batee Lintueng, Nya, dan Krueng Mak.

Baca Juga: Kantor Imigrasi Pekanbaru Wujudkan Pelayanan Bebas dari Pungli dan Diskriminasi

“Sekarang kegiatan di lapangan sangat padat karena sudah memasuki jadwal tanam padi. Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pertanian Aceh Besar, khususnya melalui Bidang Penyuluhan, yang pada hari pertama tanam di Kecamatan Simpang Tiga ini memberikan kesempatan kepada seluruh Penyuluh Pertanian BPP Simpang Tiga untuk ikut dalam Bimbingan Teknis Penyuluh Pertanian dan Petani dengan dua materi penting, yaitu PUTS dan Pengelolaan OPT," ujar Marlina di Batee Lintueng kepada Media Center Aceh, Jumat (1/11/2024).

Dijelaskan bahwa materi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) bertujuan untuk membekali PPL dan petani dalam mengukur kandungan pupuk N, P, K, serta kondisi pH tanah di sawah. Dengan alat PUTS ini, penyuluh dapat merekomendasikan jumlah pupuk yang tepat bagi petani setiap musim tanam.

Baca Juga: Riau Hasilkan 106,20 Ribu Ton Beras Sepanjang Januari?September 2024

“Dengan PUTS, kita dapat mengefisienkan penggunaan pupuk di sawah. Dengan dosis yang sesuai kebutuhan, hasilnya meningkat, dan petani pun tidak boros dalam penggunaan pupuk. Misalnya, di Desa Batee Lintueng, penggunaan pupuk Urea atau N malah bisa berdampak buruk bagi pertumbuhan padi karena tanahnya yang terus tergenang air menjadi asam,” jelas Khaidir, Koordinator BPP Simpang Tiga.

Lanjut dia, untuk sawah di Blang Pinto Paya, Desa Batee Linteung, yang memiliki tanah dominan asam, pihaknya merekomendasikan penggunaan kapur dolomit untuk menetralkan PH tanah, serta penggunaan abu sisa pembakaran di tempat persemaian guna pencegahan hama.

"Kami juga menyarankan pupuk organik Magnesium Indapuri sejak pengolahan tanah hingga sebelum tanam untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kekebalan tanaman padi, serta aplikasi pestisida nabati dalam pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT),” tambah Khaidir.

Baca Juga: 400 Perenang dari Tiga Provinsi Ikuti Riau Open Championship di Pekanbaru

Penggunaan pestisida kimia juga direkomendasikan jika serangan OPT melebihi ambang batas, dan itu tetap dipantau oleh petugas dengan mempertimbangkan konsep pertanian berkelanjutan (Agriculture Sustainable). ***

Tags

Terkini