berita

Delegasi Polbeng Ikuti Workshop Medical First Responder KSR PMI UIN Suska Riau, Ini Manfaatnya

Senin, 4 November 2024 | 12:16 WIB
Delegasi Polbeng.

RIAUMAKMUR.COM - Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (KSR PMI UIN Suska Riau) mengadakan workshop bertajuk Medical First Responder di Auditorium lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau.

Workshop ini mengangkat tema "Mewujudkan Kesiapsiagaan Sumber Daya Manusia yang Terlatih Medical First Responder."

Pada kegiatan ini, KSR Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) turut mengirimkan dua delegasi, yaitu Sya’i Rozi sebagai Ketua Umum KSR Polbeng dan Rio Saputra Silaban selaku Ketua Divisi Humas KSR Polbeng.

Ketua Pelaksana Workshop Medical First Responder, Masro mengatakan bahwa workshop ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat melalui penerapan ilmu yang diperoleh peserta secara langsung.

“Peserta workshop harus mampu mengimplementasikan apa yang telah dipelajari dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat sekitar," kata Masro dikutip Senin (4/11/2024).

Sementara itu, Narasumber dalam workshop tersebut, yakni Riski Efendi, menjelaskan bahwa pelatihan Medical First Responder sangat penting karena menyangkut nyawa seseorang.

Medical First Responder (MFR) merupakan individu yang pertama kali memberikan pertolongan di lokasi kejadian sebelum tim medis profesional tiba.

Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menilai kondisi korban, mengendalikan situasi darurat, dan memberikan bantuan awal yang dapat menyelamatkan nyawa.

Dalam situasi darurat, keberadaan MFR menjadi sangat penting, terutama dalam mengurangi risiko cedera lebih lanjut dan meningkatkan peluang keselamatan korban.

Pelatihan MFR tidak hanya meliputi teknik pertolongan pertama seperti resusitasi jantung paru (RJP) dan penanganan luka, tetapi juga mencakup keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan bagi relawan maupun masyarakat yang ingin berkontribusi dalam situasi darurat, terutama di lingkungan kampus dan komunitas, sehingga mereka dapat menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan bencana dan situasi krisis kesehatan lainnya.

“Workshop ini sangat berguna bagi mahasiswa dan masyarakat agar dapat memberikan pertolongan pertama kepada yang membutuhkan,” ujarnya. ***

Tags

Terkini