Merespons peningkatan aktivitas Gunung Api Iya, Pemerintah Kabupaten Ende melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende telah menyiapkan rencana kontijensi untuk penanganan darurat jika erupsi terjadi. BPBD Kabupaten Ende telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya.
Pemerintah Kabupaten Ende juga telah menyiapkan skenario pengungsian sementara untuk masyarakat yang tinggal di lima kelurahan di wilayah Kecamatan Ende Selatan, yakni Kelurahan Tanjung, Arubara, Tetandara, Rukun Lima, dan Paupanda. Berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang mendekati kawasan puncak gunung api dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
Gunung Api Iya memiliki karakteristik letusan yang biasanya berlangsung dari kawah utama, menghasilkan abu vulkanik, lontaran batu pijar, dan aliran lava, disertai dengan runtuhan pada puncak gunung. Terdapat rekahan yang berkembang di sekeliling kawah aktif, yang menunjukkan adanya zona lemah di dalam gunung api yang bisa mengakibatkan longsoran besar ke arah laut pada saat terjadi erupsi.
Dengan riwayat erupsi yang tercatat sejak 1671 hingga 1969, Gunung Api Iya memiliki pola letusan yang tidak dapat diprediksi dengan pasti, meskipun letusan terjadi dalam rentang waktu 1-60 tahun.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Ende dan BNPB terus mengawasi perkembangan aktivitas vulkanik di Gunung Api Iya dan berkomitmen untuk menjaga keselamatan masyarakat dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat.