RIAUMAKMUR.COM - Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang, Siprianus Padapili, berharap rencana aksi (renaksi) pengembangan Simantipal, Kabupaten Nunukan, Kaliamantan Utara (Kaltara) bisa segera dilaksanakan.
Saat ini pengerjaanya terus didorong Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan (PRKP), Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
Pembangunan akses jalan darat perbatasan negara yang diproyeksikan menghubungkan PLBN Labang ke Simantipal akan membawa pengaruh besar terhadap perekonomian warga.
Baca Juga: Buka Workshop, Budi Santosa Harapkan Kritik dan Saran Terkait Pelaksanaan Pembangunan di Kobar
Sekarang ini akses perbatasan negara itu hanya mengandalkan moda tranportasi perahu, padahal harus melintasi sungai besar dengan arus kencang.
"Secara kasat mata di PLBN Labang sangat dibutuhkan akses jalan untuk ke Labang. Ini mengingat makin banyaknya pelintas," kata Siprianus di PLBN Labang, Kamis (14/11/2024).
Sebelumnya, Siprianus turut mengantarkan tim PRKP BNPP melakukan survei lapangan ke puncak Gunung Kanji. Tempat itu rencananya dijadikan tempat permukiman warga dan jalan akses perbatasan negara dalam upaya pengembangan Simantipal.
Baca Juga: Sasar Pasar Ekspor, BI Riau Fasilitasi Business Matching UMKM dengan Buyer Singapura dan Malaysia
Siprianus menambahkan penjelasan, konektivitas akses transportasi darat menuju PLBN Labang sangat dibutuhkan masyarakat yang tinggal di hulu maupun hilir Sungai Pansiangan.
Selain itu masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Mansalong juga mengandalkan akses tranportasi perahu melewati sungai ini untuk menuju Desa Bantul dan Keningau di Sabah, Malaysia.
Menurutnya, animo masyarakat memilih Sungai Pansiangan melewati PLBN Labang yang baru saja dioperasionalkan cukup tinggi. Hal ini terbukti dalam 2 hari masa uji coba ratusan pelintas antre di pintu kedatangan PLBN Labang.
"Dalam 2 hari uji coba pembukaan, ratusan orang sudah lewat mengakses PLBN ini. Pegawai imigrasi yang bertugas cukup kewalahan mengatur ratusan perlintasan orang dan barang yang sedikit bertumpuk di pintu kedatangan," ia mengungkapkan.
Dengan terbuka akses konektivitas jalan darat, lanjutnya, akan berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat yang yang membutuhkan biaya operasional yang besar menggunakan perahu sebagai sarana andalan akses masuk dan keluar desa.
Di Kecamatan Lumbis Pansiangan, terdapat 10 desa yang selama ini mengandalkan transportasi perahu melewati Sungai Pansiangan.