RIAUMAKMUR.COM - Ketua Umum Afiliasi Global Ritel Indonesia, Roy Nicholas, menilai penurunan daya beli masyarakat semakin memperburuk kinerja sektor ritel.
Hal ini dikarenakan Tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor retail, tekstil, dan manufaktur mempengaruhi ekonomi Indonesia.
Salah satu faktor penyebab PHK adalah penurunan permintaan konsumen yang sangat signifikan. Fenomena ini tercermin dari penurunan ukuran belanja konsumen, yang tercatat mengalami penurunan hingga 30-40 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Buka Workshop, Budi Santosa Harapkan Kritik dan Saran Terkait Pelaksanaan Pembangunan di Kobar
“Dengan semakin banyaknya pekerja yang kehilangan pekerjaan, mereka tentu akan mengurangi belanja mereka. Akibatnya, sektor retail dan manufaktur turut merasakan dampaknya, yang pada gilirannya juga berimbas pada sektor ekspor,” kata Roy saat berdiskusi dengan Pro 3 RRI, Selasa (19/11/2024).
Roy juga menyoroti deflasi yang terjadi lima bulan berturut-turut, disebabkan turunnya permintaan masyarakat, bukan kelebihan pasokan. Ia berharap pemerintah memberikan respons cepat, dengan kebijakan fiskal yang mendukung masyarakat.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap optimis dan bersemangat, meskipun banyak yang terkena PHK. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah beralih ke UMKM, yang memiliki potensi pertumbuhan besar bagi pengangguran.
Baca Juga: Sasar Pasar Ekspor, BI Riau Fasilitasi Business Matching UMKM dengan Buyer Singapura dan Malaysia
“Tidak perlu langsung menjadi pengusaha besar, yang penting semangat wirausaha tetap ada. Pemerintah dan sektor swasta harus bersinergi mendukung UMKM untuk berkembang, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mengurangi PHK,” ucapnya.