berita

Pemerintah Komitmen Tambah Produk Kelapa Sawit Nasional

Sabtu, 30 November 2024 | 14:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (RRI)

RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menambah volume produksi kelapa sawit nasional untuk biodiesel 40 persen (B40). Nantinya, program mandatori biodiesel 40 persen tetap diimplementasikan mulai 1 Januari 2025. 

“Untuk biodiesel B40, kami berkomitmen untuk memulai pada Januari, tanggal 1, dan kami sudah memutuskan penambahan volume kuota. Saya pikir dengan kondisi sekarang, BPDPKS dapat membiayai gap yang disebabkan harga CPO (Crude Palm Oil) dan gas oil,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada wartawan di acara '12th Ministerial Meeting of Council of Palm Oil Producing Countries' (CPOPC), Jakarta, Jumat (29/11/2024). 

Menurut Airlangga, Indonesia akan menghemat sekitar 32 juta ton CO2 dan untuk B40 lebih dari 40 juta ton CO2. Ia menilai ini merupakan kontribusi konkrit Indonesia kepada seluruh dunia.

Baca Juga: KPK Buka Penyidikan Baru Pengolahan Karet di Kementan

Hal senada disampaikan Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani. Ia menilai, minyak kelapa sawit (CPO) akan selalu menjadi komoditas yang dibutuhkan di dunia. 

Oleh karena itu, Indonesia dan Malaysia sebagai produsen utama CPO mempunyai peranan penting. Untuk memastikan industri kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.

“Produksi biodiesel ini mesti diterima oleh dunia melalui kelapa sawit. Lantaran biodiesel telah menghemat banyak emisi karbon yang berlaku dalam sektor tenaga,” ujar Datuk Seri Johari.

Baca Juga: Pemerintah Beri Bantuan Pendidikan Guru yang Belum D4/S1

Di sisi lain, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kepala Sawit Eddy Abdurachman menyampaikan program mandatori biodiesel terbukti. Dapat menjaga stabilitas harga minyak kelapa sawit, program ini sekaligus mendukung program hilirisasi Pemerintah.

"Dengan begitu besarnya jumlah serapan CPO maupun produk-produk derivatifnya untuk 'feedstock' atau bahan baku dari biodiesel. Maka ini dapat dijadikan sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga CPO khususnya harga CPO di dalam negeri," ucap Eddy.

Tags

Terkini