berita

Pemuda Banyak Main Judol, Kemenpora: Minim Literasi Digital

Senin, 2 Desember 2024 | 09:00 WIB
Deputi Pengembangan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Niam Sholeh. (Istimewa)

RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menilai banyaknya kalangan pemuda yang bermain judi online (Judol) karena minim literasi digital.

Hal itu disampaikan Deputi Pengembangan Pemuda, Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh menyikapi temuan PPATK. 

Niam menyebut, masyarakat khususnya kalangan pemuda, hanya asik menikmati perkembangan teknologi saat ini. Namun, hal itu tidak dibarengi dengan pemanfaatan teknologi untuk hal positif. 

Baca Juga: Bantah Isu Jadi Ketua Golkar Riau, SF Hariyanto Fokus Kawal Pilkada

"Tidak disertai dengan literasi digital secara memadai, maka potensi penyalahgunaan ruang digital ini meluas. Kesadaran memanfaatkannya secara positif, itu tidak berimbang dengan laju perkembangannya," kata Niam dalam diskusi daring, di Jakarta, Minggu (1/12/2024). 

Selain itu, Niam menambahkan minimnya literasi digital menjadikan kemajuan teknologi dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Hal ini menjadi salah satu faktor banyaknya kalangan pemuda terjerumus Judol. 

Sebelumnya diberitakan, PPATK mendata pengguna Judol didominasi oleh kalangan pemuda. Jumlah presentasenya disampaikan Koordinator kelompok humas PPATK, Natsir Kongah, mencapai 80 persen. 

Baca Juga: Motorola Edge 50 Neo Resmi Dirilis, Desain Elegan dan Fitur Canggih di Genggaman

Bahkan para pemuda itu, diungkapkannya, merupakan kelompok pemuda dengan penghasilan rendah. "Ini artinya, banyak dari kelas ekonominya rendah, kita lihat penghasilan dari rata-rata keluarga (pemuda) itu paling Rp100-Rp200 ribu," ucap Natsir. 

Tags

Terkini