berita

Ratusan Peristiwa HAM Terjadi di Papua Selama 2024

Kamis, 19 Desember 2024 | 19:00 WIB
Nova Sigiro. (Dok Komnas HAM/ist)

RIAUMAKMUR.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat sebanyak 113 peristiwa HAM terjadi di Papua.

Data dari hasil pemantauan media nasional dan media lokal ini terjadi pada periode Januari hingga Desember 2024. 

“Hingga 16 Desember 2024 kami menemukan ada 113 peristiwa HAM. 85 kasus di antaranya berdimensi konflik bersenjata dan kekerasan," kata Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro kepada wartawan di kantor Komnas HAM Jakarta, Rabu (18/12/2024). 

Baca Juga: Badan Pelindungan Konsumen Terima Ribuan Pengaduan Masyarakat

Atnike menyebutkan, ada 24 peristiwa kontak tembak, empat peristiwa penyisiran, dan 23 peristiwa serangan kelompok sipil bersenjata (KSB) terhadap aparat.

Kemudian, empat peristiwa pengungsian, delapan peristiwa perusakan, 34 peristiwa penyerangan terhadap warga sipil, dan enam peristiwa kekerasan aparat penegak hukum.

“Provinsi Papua Tengah menjadi wilayah paling banyak peristiwa HAM kalau dari sisi persebaran wilayah.

Baca Juga: Kemkomdigi Berantas 5,4 Juta Konten Judol

Yakni ada 22 peristiwa di Kabupaten Intan Jaya, 17 peristiwa di Puncak, 13 peristiwa di Puncak Jaya, dan 12 peristiwa di Paniai,” kata Atnike. 

Selain itu, Atnike menyampaikan, peristiwa HAM terjadi juga di Provinsi Papua Pegunungan. Yakni 10 peristiwa di Kabupaten Yahukimo, tujuh peristiwa di Nduga, dan tujuh peristiwa lainnya di Pegunungan Bintang.

"Daerah yang rentan jadi konflik dan kekerasan adalah di Provinsi Papua Tengah. Kalau dari hasil monitoring media, angkanya cukup ekstrem dibandingkan dengan provinsi atau wilayah lain di Papua," ucap Atnike.

Baca Juga: Ratusan Badan Publik Dinilai Tidak Informatif oleh KIP

Dari seluruh peristiwa HAM, kata Atnike, terdapat 61 korban meninggal dunia, yang terdiri dari 32 warga sipil, termasuk dua anak-anak dan satu warga negara asing. Lalu sebanyak 14 orang KSB, delapan prajurit TNI, dan tujuh anggota Polri.

“Untuk korban luka ada 39 orang terdiri dari 17 warga sipil dan 10 prajurit TNI. Selanjutnya, lima anggota Polri dan tujuh orang KSB,” kata Atnike.

Tags

Terkini