RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov Riau) menargetkan peningkatan produksi beras lokal hingga 30 persen pada 2025 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Saat ini, produksi beras di Riau hanya mampu memenuhi sekitar 22 persen dari kebutuhan masyarakat, sementara konsumsi tahunan mencapai 436 ribu ton.
Penjabat (Pj) Gubernur Riau, Rahman Hadi, menegaskan pentingnya peningkatan produksi lokal di tengah lonjakan jumlah penduduk yang kini mencapai 6,7 juta jiwa.
Baca Juga: Produksi Beras 2024 Turun di Sejumlah Daerah Utama
Menurutnya, langkah strategis harus segera diambil untuk mengamankan pasokan beras di Riau dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
"Kita harus terus meningkatkan produksi lokal dan memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan agar ketahanan pangan di Riau semakin kuat," ujar Rahman Hadi saat menghadiri pelantikan DPD Petani Muda Indonesia, Senin (3/2/2025).
Plt Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Riau, M Job Kurniawan, menegaskan bahwa peningkatan produksi akan dilakukan dengan mengoptimalkan lahan serta memberdayakan petani milenial melalui Brigade Pangan.
"Targetnya pada 2025, kita bisa mencapai 30 persen swasembada pangan melalui optimasi lahan yang diperkuat dengan Brigade Pangan, yang beranggotakan Petani Milenial," jelas Job Kurniawan, Selasa (4/2/2025).
Baca Juga: Kemenag Bentuk Puspenma untuk Kelola Program Beasiswa secara Profesional
Dengan luas lahan baku sawah sebesar 59.181 hektare, pemerintah terus berupaya meningkatkan hasil panen guna mengurangi ketergantungan pada beras impor dari luar daerah. Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan Riau dalam jangka panjang.
Strategi dan Program Prioritas Padi 2025-2029
1. Pengelolaan Air dan Penyediaan Lahan
Optimalisasi jaringan air dilakukan melalui pembangunan bendungan, embung, dam parit, long storage, hingga sumur bor untuk lahan tanpa irigasi. Selain itu, perluasan lahan dan pembangunan infrastruktur seperti jalan usaha tani dan tanggul juga menjadi prioritas.
2. Sistem Pembenihan Padi
Pengembangan varietas unggul lokal didorong dengan penangkaran benih padi in-situ di sentra-sentra padi, penguatan kelembagaan pembenihan, serta tata kelola sistem benih yang lebih baik. Kemitraan dalam penguasaan pasar benih juga diperluas.