3. Penerapan Mekanisasi
Penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) pra dan pasca panen dikelola UPJA, Brigade Pangan, dan Brigade Alsintan. Layanan jasa alsintan gratis serta pengembangan smart farming dan pertanian digital menjadi fokus utama untuk meningkatkan mutu hasil.
4. Penguatan SDM dan Kelembagaan
Pelatihan bagi Petani Milenial dan transformasi kelompok tani (Poktan) serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) menjadi korporasi berbasis petani terus digencarkan. Program ini membangun kelembagaan ekonomi petani skala bisnis untuk bermitra dengan BUMD, BUMDes, Bulog, dan mitra strategis lainnya.
5. Perlindungan Tanaman
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu dengan mitigasi dampak perubahan iklim. Klinik tanaman juga dikembangkan untuk mengurangi risiko gagal panen sekaligus memastikan produksi pangan yang sehat bagi masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Riau optimistis dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mengurangi ketergantungan terhadap beras dari luar daerah.