Dalam kunjungan kerja tersebut, Mentan Amran turut melakukan panen padi di area persawahan seluas 195 hektare di Desa Sirnoboyo. Lahan pertanian ini telah menerapkan indeks pertanaman dua kali dalam setahun (IP 200) dengan menggunakan varietas unggul Inpari 32, yang mampu menghasilkan produktivitas 6,4—6,5 ton per hektare.
Baca Juga: Won Bin Siap Bantu Bayar Utang, Tapi Kenapa Kim Soo Hyun Diduga Tetap Menekan Kim Sae Ron?
Secara keseluruhan, produksi padi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2024 menunjukkan capaian yang baik. Luas panen mencapai 1.616.985 hektare, dengan dominasi varietas Inpari 32. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) tercatat sebesar 9.270.435 ton, menghasilkan produksi beras sekitar 5.352.936 ton.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani, ketahanan pangan nasional diharapkan semakin kokoh.
Berbagai kebijakan strategis yang diterapkan di sektor pertanian diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam menjaga ketersediaan pangan nasional maupun mengurangi ketergantungan pada impor beras.
Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Jaringan di Jalur Mudik, Pastikan Koneksi Andal Selama Ramadan
Pada panen raya kali ini, Mentan Amran langsung terjun secara simbolis memanen padi menggunakan alsintan combine. Kemudian menyaksikan penjualan gabah dari petani ke Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram.
Tampak hadir dalam panen raya di Desa Sirnoboyo, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, KSP Anto Mukti Putranto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Forkopimda dan Kepala OPD Pemkab Gresik serta Direktur Pengadaan Barang Perum Bulog, Prihasto Setyanto dan Pemimpin Perum BULOG Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu A.