RIAUMAKMUR.COM — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau, Parjiya, menyatakan bahwa kondisi ekonomi global sepanjang tahun 2025 penuh dengan tantangan.
Mulai dari dampak perang dagang melalui Trump Tariff, konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah, hingga perang Rusia-Ukraina turut memengaruhi perekonomian nasional dan regional, termasuk di Provinsi Riau.
“Di tingkat nasional, pemerintah telah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Ini bukan sekadar pemangkasan, namun langkah realokasi untuk belanja yang jadi prioritas nasional,” ujar Parjiya dikutip Jumat (2/5/2025).
Baca Juga: APBN Riau Surplus Rp944,35 Miliar per Maret 2025, Ditopang Lonjakan Bea Keluar
Lebih lanjut, ia memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Provinsi Riau. Menurutnya, pendapatan APBN secara total mengalami peningkatan signifikan, ditopang oleh lonjakan pada realisasi Bea Keluar.
Namun, penerimaan dari Pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru mengalami kontraksi. Di sisi lain, belanja negara menurun secara tahunan (year-on-year/yoy), salah satunya akibat berakhirnya anggaran Pemilu.
“Operasi Pemerintah diproyeksikan menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau sebesar Rp8,16 triliun,” tambah Parjiya.
Baca Juga: DJP Riau Kumpulkan Rp3,12 Triliun Pajak hingga Maret 2025, Capai 17,60 Persen Target
Untuk APBD Provinsi Riau, pendapatan daerah terkontraksi sebesar 30,62 persen (yoy). Seluruh komponen belanja daerah, mulai dari belanja pegawai, barang dan jasa, hingga belanja modal mengalami penurunan. Namun demikian, APBD Riau hingga Maret 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp812,28 miliar.
Pada sisi kinerja institusinya, Parjiya membeberkan bahwa total penerimaan Bea dan Cukai di Kanwil DJBC Riau hingga Maret 2025 mencapai Rp3,26 triliun.
"Capaian ini jauh melampaui target trajectory sebesar Rp472,81 miliar, atau telah mencapai 170,59 persen dari target penerimaan tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp1,91 triliun," jelasnya.
Dari sisi perdagangan, devisa impor hingga Maret 2025 tercatat sebesar 410,04 juta USD, menurun 21,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, tonase impor meningkat 20,55 persen menjadi 1,41 juta ton.
Sementara itu, devisa ekspor meningkat menjadi 5,07 miliar USD (naik 22,93 persen yoy), dengan tonase ekspor juga naik menjadi 6,33 juta ton (naik 2,05 persen yoy).
Atas capaian tersebut, Parjiya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap seluruh jajaran Bea Cukai Riau.
Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bekerja sama dalam menjaga kinerja institusinya.