berita

Bunda Literasi Henny Sasmita Wahid: Menyalakan Minat Baca di Tengah Gempuran Media Sosial

Sabtu, 17 Mei 2025 | 16:11 WIB
Bunda Literasi Provinsi Riau, Henny Sasmita

RIAUMAKMUR.COM - Di tengah arus deras era digital, ketika anak-anak lebih akrab dengan layar gawai dibandingkan lembaran buku, Bunda Literasi Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, hadir membawa cahaya.

Ia menyalakan lentera harapan lewat gerakan literasi yang menyentuh akar masyarakat.

Perubahan zaman memang tak bisa dihindari. Henny menyadari, banyak generasi muda kini lebih gemar berselancar di media sosial daripada menjelajahi dunia melalui bacaan.

Namun, baginya, itu bukan alasan untuk membiarkan semangat membaca padam begitu saja.

Dengan visi yang kuat dan semangat yang menyala, Henny ingin menumbuhkan kembali budaya membaca di kalangan generasi muda Riau.

Hal ini ia sampaikan dalam peringatan Hari Buku Nasional 2025 yang digelar di Perpustakaan Soeman Hs, Pekanbaru, Sabtu (17/5) pagi.

"Sebagai Bunda Literasi Provinsi Riau, saya memiliki visi untuk meningkatkan minat baca di daerah kita. Kita semua tahu, saat ini anak-anak lebih cenderung menghabiskan waktunya di media sosial. Maka dari itu, perlu ada upaya bersama untuk mengembalikan ketertarikan mereka terhadap buku," ungkap Henny.

Melalui kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau serta berbagai pihak lainnya, Henny terus berupaya menjadi motor penggerak.

Ia tak sekadar memberi contoh, tetapi juga turun langsung ke lapangan, menyapa, dan menginspirasi.

“Kami ingin menjadi motivator sekaligus penggerak perubahan,” katanya.

Salah satu aksi nyata yang ia lakukan adalah mengundang anak-anak PAUD dan pendamping mereka ke Kediaman Gubernur Riau.

Di sana, ia mendongeng, berbagi cerita, dan memperkenalkan pentingnya membaca sejak usia dini.

Semua dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan—tidak menggurui, tetapi menggugah.

Bagi Henny, membaca bukan sekadar kemampuan kognitif, melainkan juga pengalaman emosional yang membekas. Itulah mengapa ia memilih mendongeng sebagai jembatan untuk menanamkan cinta pada buku.

“Kita dekatkan anak-anak dengan buku melalui cara yang mereka sukai. Salah satunya, ya, dengan mendongeng,” ujarnya sambil tersenyum.

Halaman:

Tags

Terkini