RIAUMAKMUR.COM — Provinsi Riau kembali diselimuti kabut asap akibat lonjakan drastis jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Berdasarkan data update pukul 16.00 WIB, BMKG mencatat ada 294 hotspot di wilayah Riau dari total 440 hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera.
Dari 294 titik panas di Riau, sebarannya meliputi Kabupaten Rokan Hilir yang menjadi penyumbang terbesar dengan 175 hotspot, disusul Rokan Hulu dengan 69 titik, Pelalawan 13 titik, Kampar 11 titik, Siak 12 titik, Kota Dumai 8 titik, Bengkalis 4 titik, Kuantan Singingi 1 titik, dan Kepulauan Meranti 1 titik.
Baca Juga: Melonjak, 259 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Pekanbaru Pagi Ini Diselimuti Kabut Asap
Kondisi ini menyebabkan penurunan jarak pandang di sejumlah daerah. Pada pukul 16.00 WIB, visibilitas tercatat hanya 9 kilometer di Pekanbaru dan Pelalawan, 8 kilometer di Rengat, dan 10 kilometer di Tambang.
BMKG juga mencatat adanya sebaran asap di wilayah Riau. Berdasarkan citra satelit pada pukul 10.00 WIB, terdeteksi sebaran asap yang bergerak dari wilayah Riau ke arah Timur Laut dan melintasi perbatasan negara menuju kawasan Teluk Kemang di Malaysia.
Arah angin pada umumnya bertiup dari Tenggara hingga Selatan ke arah Barat Laut dan Timur Laut, mendorong asap melewati perbatasan internasional.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Bibin S, menjelaskan bahwa secara meteorologis kondisi angin saat ini mendukung pergerakan asap ke luar wilayah Riau.
"Terdeteksi adanya asap di wilayah Riau yang bergerak ke arah Timur Laut memasuki wilayah Teluk Kemang. Namun untuk detail wilayah Malaysia yang terdampak, kami tidak bisa menyebutkan secara pasti," ujar Bibin.
Prakirawan BMKG Pekanbaru lainnya, Putri Santy S, juga menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk tetap waspada khususnya di daerah-daerah dengan konsentrasi titik panas tinggi seperti Rokan Hilir dan Rokan Hulu.
Kondisi cuaca secara umum di Riau pada Sabtu terpantau cerah berawan hingga berawan dari pagi hingga malam hari.
"BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan," imbaunya.