RIAUMAKMUR.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kini mulai bergerak melintasi batas negara.
BMKG mencatat arah angin saat ini mendorong sebaran asap ke arah timur laut, menuju Selat Malaka dan Semenanjung Malaysia.
“Dari pemantauan citra satelit, asap dari wilayah Riau sudah bergerak ke timur laut dan mulai memasuki wilayah Selat Malaka hingga Malaysia,” ujar Bibin S., prakirawan BMKG Pekanbaru, Minggu (20/7/2025).
Baca Juga: Kabut Asap dari Riau Bergerak Menuju Timur Laut Memasuki Teluk Kemang Malaysia
Asap ini didorong oleh angin yang bertiup dari arah tenggara–selatan menuju barat laut–timur laut. Selain Riau, wilayah Sumatera Utara juga mengalami sebaran asap cukup signifikan.
Lonjakan titik panas di Riau turut memperburuk kondisi. Hingga Sabtu (19/7/2025) malam, tercatat 586 titik panas tersebar di berbagai wilayah.
Kabupaten Rokan Hilir mencatat jumlah terbanyak dengan 354 titik, disusul Rokan Hulu 142 titik, serta wilayah lain seperti Pelalawan, Kampar, Siak, Bengkalis, Dumai, Kuansing, Kepulauan Meranti, dan Inhu.
“Riau menjadi penyumbang terbesar dari total 1.208 hotspot di Sumatera,” ujar Bibin.
Cuaca Riau hari ini didominasi udara kabur dan cerah berawan. Hujan ringan hanya diperkirakan turun secara lokal, terutama di wilayah Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Inhu pada malam hingga dini hari.
Prakirawan on duty BMKG Pekanbaru, Anggun R mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena potensi karhutla sangat tinggi di tengah kondisi kering saat ini.
“Kami minta masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka. Cuaca kering dan jumlah titik panas yang tinggi membuat kondisi sangat rawan,” tegasnya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Inhu dan Inhil pada pagi dan dini hari.
Suhu udara berkisar 23–35°C, kelembapan 45–97 persen, dan angin berkecepatan 10–30 km/jam dari tenggara hingga barat. Sementara itu, gelombang laut di perairan Riau relatif tenang, dengan ketinggian antara 0,5 hingga 1,25 meter.
BMKG memastikan pemantauan terus dilakukan, dan akan memberikan pembaruan jika terjadi perubahan signifikan terkait arah angin, titik panas, maupun sebaran asap.