RIAUMAKMUR.COM - Memeriahkan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Riau dan mitra strategis nasional menggelar Riau Economic Forum (REF) 2025, Jumat (8/8/2025).
Forum ini berhasil memfasilitasi penandatanganan investasi senilai 2,8 miliar dolar Amerika Serikat (USD) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.
Kepala Perwakilan BI Riau, Panji Achmad, menjelaskan REF menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, dan investor.
Mengusung tema “Memacu Pertumbuhan Ekonomi Sumatera melalui Investasi Berkelanjutan”, forum ini menegaskan komitmen Riau membangun ekonomi hijau, digital, dan berwawasan lingkungan.
“REF 2025 sangat strategis karena memfasilitasi penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) investasi Business to Business (B2B),” ujar Panji Achmad.
MoU pertama ditandatangani PT Rangsang Sindo Energy dengan Oriens Asset Management PTE. LTD untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2 gigawatt di Pulau Rangsang.
Investasi senilai 1,8 miliar USD ini menargetkan ekspor listrik ke Singapura mulai 2028.
Kesepakatan kedua melibatkan PT Buana Persada dan Oriens Asset Management PTE. LTD dengan nilai 1 miliar USD untuk pengembangan perkebunan tebu seluas 20 ribu hektare dan pembangunan pabrik gula modern di Kabupaten Rokan Hulu.
Produksi ditargetkan mencapai 300 ribu ton gula mentah per tahun.
Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan MoU ini mencerminkan komitmen daerah dalam memfasilitasi investasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
“MoU ini mencerminkan komitmen kita untuk memfasilitasi investasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita optimistis Riau bisa lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
REF 2025 juga menghadirkan diskusi panel yang dibuka dengan keynote speech Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, Ph.D.
Ia memaparkan kondisi perekonomian terkini dan rencana Sensus Ekonomi 2026, yang keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan masyarakat dalam memberikan data akurat.
Diskusi panel menghadirkan enam narasumber, termasuk pejabat BKPM RI, Bappeda Riau, Kepolisian Daerah Riau, Dinas Pariwisata Riau, Komisi Kejaksaan RI, dan ekonom senior Bank Mandiri.
Benang merah diskusi menekankan pentingnya sinergi kebijakan, kerja sama lintas sektor, dan tata kelola yang baik untuk menarik investasi berkelanjutan.