DUMAI - Kilang minyak Dumai mengalami kebakaran, Sabtu (1/4/2023) sekitar pukul 11 malam. Kebakaran yang terjadi menimbulkan suara ledakan berupa dentuman yang terdengar hingga berkilo-kilometer.
Kilang minyak Dumai yang sekarang bernama PT Kilang Pertamina International Refinery Unit II Dumai ini sudah dioperasikan oleh perusahaan minyak negara sejak tahun 1971,
Kilang minyak yang juga dikenal dengan nama Kilang Minyak Putri Tujuh ini dibangun Pertamina sejak tahun 1969 bekerjasama kontraktor dari Jepang.
Baca Juga: Kilang Minyak Dumai Meledak dan Sebabkan Atap Rumah Warga Rusak, Ini Penjelasan Pertamina
Objek vital negara ini dibangun tepat ditepian Selat Rupat atau tepat berada dipesisir Pulau Sumatera, atau bagian Timur Kota Dumai.
Tempat penyulingan minyak ini dari lama telah memproduksi berbagai jenis bahan bakar.
Tempat pengolahan minyak mentah ini banyak memproduksi produk bahan bakar yang dipergunakan untuk kebutuhan industri dan semacamnya.
Baca Juga: Kilang Minyak Dumai Dikabarkan Kebakaran, Masyarakat Dengar Dentuman Keras
Menurut website resmi Pertamina, Refinery Unit II ini memproduksi jenis bahan bakar minyak seperti Aviation Turbine Fuel, Minyak Bakar, Minyak Diesel, Minyak Solar, Minyak Tanah.
Selain itu, objek vital ini juga memproduksi produk turunan minyak mentah non Bahan Bakar Minyak antaranya Solvent, Green Coke, Liquid Petroleum Gas (LPG).
Hingga tahun 2022 Kilang Pertamina International Refinery Unit II memiliki kapasitas produksi mencapai mencapai 170 MBSD.
Terkait peristiwa kebakaran yang terjadi di Kilang Minyak Dumai, Manajer Humas Pertamina RU II Dumai mengkonfirmasi kejadian tersebut.
Dilansir dari Antara, Manajer Humas Pertamina RU II Dumai, Agustiawan mengatakan bahwa api sudah berhasil dipadamkan.
"Api sudah dipadamkan, kami minta warga tenang. Kami mohon kerjasamanya, Pertamina bertanggungjawab terhadap dampak ledakan," ungkapnya seperti dikutiup dari Antara.