Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 akan segera dilaksanakan pada 9-11 Mei di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Acara besar ini akan melibatkan sederet kepala negara, parlemen maupun menteri-menteri perwakilan negara Asia Tenggara.
Acara tahun ini pun mengangkat tema ASEAN Epicentrum of Growth yang berarti Asia Tenggara relevan dan penting sebagai pusat pertumbuhan. Sebagai tuan rumah, Ketua DPR RI, Puan Maharani dikabarkan akan turut menghadiri konferensi tersebut.
Dalam kesempatan KTT ASEAN tahun ini, Puan Maharani akan mengangkat isu mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mengingat akhir-akhir ini, ada banyak kekerasan yang diterima para pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.
“Kita tidak bisa berjuang sendiri menyelesaikan permasalahan lintas negara, tentunya harus ada kolaborasi antar negara supaya memperoleh solusi yang efektif. Karena PMI seringkali menjadi korban perdagangan orang yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” kata Puan.
Menurutnya, KTT ASEAN kali ini merupakan forum yang tepat untuk mendiskusikan isu tentang pekerja Indonesia. Apalagi, kasus-kasus perdagangan manusia masih banyak terjadi di Asia Tenggara.
“Dengan adanya dialog terbuka bersama forum parlemen se-Asia Tenggara, saya mengharapkan ada kepastian dari negara-negara tujuan PMI agar polemik ini tidak berkelanjutan. Karena selama ini, pemerintah kesulitan apabila ada warga negara yang menjadi korban untuk memberikan perlindungan,” lanjutnya.
Puan juga mengatakan, isu perlindungan PMI dan perdagangan manusia harus menjadi perhatian internasional karena semakin marak terjadi.
Terbaru, seorang PMI asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) menjadi korban tindak kekerasan dan eksploitasi di Malaysia oleh majikannya. Tak hanya itu, sebanyak 20 orang WNI menjadi korban perdagangan manusia atau TPPO di Myanmar dengan modus tawaran pekerjaan.
“DPR RI juga akan mendorong peningkatan kesadaran akan hak asasi manusia pekerja migran Indonesia melalui kampanye dan program edukasi yang dilaksanakan bersama oleh negara-negara ASEAN,” tegas Puan.
Tak hanya isu PMI dan perlindungan terhadap perempuan serta anak, DPR RI juga akan mengawal berbagai isu dalam agenda KTT ASEAN ke-42. Di antaranya penyusunan visi paska 2025, perkembangan di Myanmar, pemulihan ekonomi pasca pandemi, penguatan arsitektur kesehatan di kawasan dan di luar kawasan serta penandatanganan ASEAN Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA).
“Sebagai anggota parlemen, kami siap memberikan dukungan politik dan bekerja dengan rekan-rekan ASEAN kami untuk menghadapi masa-masa sulit ini dan membangun ASEAN yang lebih gesit,” pungkasnya.
Selain mengikuti rangkaian KTT ASEAN, ia juga akan melakukan sejumlah kegiatan di Labuan Bajo, NTB. Seperti Parliamentary Prepatory Meeting dengan anggota AIPA, dan courtesy call dengan beberapa pimpinan negara ASEAN. Puan juga akan melalukan pertemuan dengan Secretary General of AIPA, Siti Rozaimeriyanty Haji Abdul Rahman.