Seterusnya, pada lahan yang sama ditanam tanaman Generasi Ketiga. Yaitu jenis tanaman keras, tanaman kehutanan atau tanaman buah-buahan, seperti pinang, jengkol, aren, jelutung, rambutan, nangka dan lainnya.
Pada 40 hari pertama diharapkan kelompok peserta telah menerima manfaat ekonomi dengan penjualan sayur-mayur. Seterusnya 5-8 bulan berikut mereka telah dapat memanen buah nenas atau jagung, sementara itu tumbuhan tanaman keras diharapkan terus akan terpelihara.
"Sampai akhir Desember 2022, telah dituntaskan juga Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat, melalui kegiatan pembekalan keterampilan terjual kepada 122 Kepala keluarga. Pada 3 Jenis Komoditas melalui 13 kali Pelatihan dan Pembangunan Sarana Air Bersih pada 3 lokasi," ungkapnya.
Rinciannya sebut Murod, Pelatihan Keterampilan Budidaya Ikan, 35 Kepala Keluarga, pada 5 Desa/Kelurahan sasaran. Pelatihan Keterampilan Budidaya Lebah Madu, 47 Kepala Keluarga pada 10 Desa/ Kelurahan Sasaran.
Selain itu, Pelatihan Keterampilan Pengolahan Bahan Makaan dan Minuman Berbahan Baku Nenas, 45 Kepala Keluarga, pada 9 Desa/Kelurahan. Terakhir, Pembangunan Sarana Air Bersih pada 3 Desa/Kelurahan.
"Meskipun pelaksanaan kegiatan SMPEI tersebut dinilai berjalan dengan lancar dan menurut evaluasi yang dilakukan pihak IFAD Tahun 2020 dan 2021 dan 2023 telah mencapai target sasaran, tentu kita tidak boleh berpuas diri dan segera meninggalkan lokasi desa/kelurahan intervensi tersebut," paparnya.
Bagaimanapun sambungnya, sebagaimana yang dikemukakan berbagai ahli, bahwa mereka masih perlu pendampingan. Untuk itulah kita berkumpul di sini, berurun rembuk, bermusyawarah ingin mencari dan memberi yang terbaik, pasca adanya kegiatan SMPEI di Provinsi Riau.
Murod berharap, Kepala Desa, Kepala Kerlurahan, agar tetap memberi perhatian yang khusus pada desa intervensi SMPEI tersebut. Termasuk Ketua TK-PPEG teruslah berbuat mendinamisasikan kinerja kelompok.
"Jadikan peran-serta kelompok TK-PPEG sebagai ujung tombak terdepan dalam pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan," harapnya.
Untuk perwakilan perusahaan, dia mengajak bersama-sama mendampingi kelompok TK-PPEG ini. Merangkul dan memberikan yang terbaik bagi kelompok TK-PPEG ini.
"Sehingga mereka lebih mampu dan percaya diri dalam pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. Bagaimana pun masyarakat sejahtera di sekitar lokasi perusahaan, sedikit adalah tujuan kita bersama," sebutnya.