Husein Ali Rafsanjani, seorang guru muda ini memutuskan mundur dari ASN setelah dia bongkar dugaan Pungli di Pemkab Pangandaran.
Sebanyak 12 orang mengepungnya, dan Husein Ali Rafsanjani disidang BKPSDM Pangandaran, dan meminta agar dia menurunkan laporan pungli yang dia bongkar.
Husein Ali Rafsanjani menerima berbagai ancaman, salah satunya ancaman pemecahan dari statusnya sebagai ASN. Dia akhirnya memutuskan untuk mundur dari ASN karena orang-orang dekatnya juga terdampak.
Menurut Husein, saat itu pihak Pemkab Pangandaran mencecarnya dengan berbagai pertanyaan, terkait kasus pungli yang dia bongkar
Dia disidang kurang lebih selama 6 jam di BKPSDM Pangandaran. "Setelah itu disidang ada 6 jam kali saya di kantor. Disidang, disuruh nurunin (laporan Pungli), diancem dipecat," terang Husein, dikutip Kilat.com dari Instagram @husein_ar, Rabu, 10 Mei 2023.
Ketika itu, kata Husein, Pemkab Pangandaran mengancam bahwa dirinya berpotensi mencemarkan nama baik instansi.
Atas dasar itu, Pemkab Pangandaran menyatakan kalau Husein Ali Rafsanjani layak untuk dipecat dari ASN.
"Nah ini diancem dipecat juga lucu. Kamu, katanya kalau laporan ini nggak diturunkan, bisa dipecat karena dianggap merusak nama baik instansi," kata Husein.
Husein kemudian meminta surat pemecatan itu dan dia mengaku tak masalah jika diberhentikan dari ASN. Gertakan yang ditanggapi serius oleh Husein malah bikin mereka kebingungan.
"Saya bilang dengan polosnya karena saya waktu itu masih umur 24 atau 25 gitu. Saya bilang, ya udah Pak saya minta surat pemecatannya hari ini juga," cerita Husein.
"Dari situ bingung aja mereka," tambah Husein.
Setelah itu, ancaman yang diterima Husein Ali Rafsanjani malah semakin menjadi-jadi. Bukan hanya dia, seluruh pihak yang berkaitan dengan dirinya pun terkena imbasnya.
Bahkan sekolah tempat Husein mengabdi didatangi oleh sejumlah pihak dan dicari-cari kesalahannya. "Jadi pada ngancem ya, ngomong ke temen CPNS saya di satu sekolah, harusnya diawasin gini gini. Jadi ngerugiin banyak orang, saya jadi nggak nyaman kan," kata Husein.
"Sekolah saya didatengin, dicari masalahnya ada apa. Padahal baik-baik aja sekolah saya. Jadi saya merasa dirugiin gitu."