berita

Belum 100 Persen, Kemenag Sebut Kemungkinan Penambahan Waktu Pelunasan Biaya Haji 1444 H

Sabtu, 13 Mei 2023 | 06:59 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief

Perpanjangan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H reguler hari ini resmi ditutup. Sebanyak 96,5 persen jamaah pun telah melunasi Bipih.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief menyebut bahwa jika dijumlahkan, 96,5 persen tersebut baru 196.377 orang dari total keseluruhan mencapai 203.320 orang yang melakukan pelunasan Bipih.

Ia juga memaparkan, pelunasan Bipih ini sudah dibuka sejak 11 April sampai 5 Mei lalu. Kemudian diperpanjang lagi hingga hari ini, Jumat (12/5/2023).

Baca Juga: Pelunasan Biaya 95 Persen Calon Haji Sudah Aman, BSI Jemput Bola Selesaikan Sisa Pelunasan Hari Ini

"Data kami mencatat, ada 196.377 jemaah haji reguler yang sudah melunasi. Secara prosentase, angkanya sudah mencapai 96,5%," terang Hilman Latief di Jakarta, Jumat (12/5/2023).

Sisanya, lanjut Hilman, ada sekitar 6.943 jemaah yang belum melunasi. Sehingga, pihaknya masih berdiskusi mengenai perpanjangan tambahan pelunasan Bipih.

"Saat ini masih kita diskusikan, apakah akan diperpanjang lagi pelunasannya dengan daftar jemaah yang sama atau dibuka tahap kedua dengan kriteria yang baru. Ini akan segera kami informasikan kalau sudah diputuskan. Besar kemungkinan akan diperpanjang waktu pelunasannya," sambungnya.

Ia juga mengaku masih berupaya agar kuota jemaah haji Indonesia tahun ini terserap optimal. Apalagi, erornya sistem perbankan di Bank Syariah Indonesia (BSI) hingga empat hari ikut berdampak pada progress pelunasan. Terlebih, mayoritas jemaah haji reguler adalah nasabah BSI.

"Saya harap tidak ada lagi kendala teknis seperti errornya sistem perbankan. Akibat sistem error jemaah terkendala dalam pelunasan. Mereka resah, karena khawatir tidak bisa melunasi dan gagal berangkat apalagi sistemnya error cukup lama. Semestinya ada solusi taktis sehingga bisa mengatasi kedaruratan semacam ini," tuturnya. 

Tags

Terkini