berita

Penyebab Tingginya Kasus Bayi Terjangkit HIV di Indonesia, Ibu Hamil Tak Dapat Izin Tes HIV dari Suami

Sabtu, 13 Mei 2023 | 10:39 WIB
Penyebab Tingginya Kasus Bayi Terjangkit HIV di Indonesia, Ibu Hamil Tak Dapat Izin Tes HIV dari Suami

Salah satu penyebab tingginya angka kasus bayi terjangkit HIV di Indonesia, karena minimnya pengetahan ibu hamil tentang penularan penyakit HIV.

Sedangkan 45 persen bayi yang lahir dari ibu hamil yang positif HIV dipastikan juga bahwa bayi terjangkit HIV atau terjadi penularan penyakit HIV dari ibunya.

Kasus bayi terjangkit HIV di Indonesia sepanjang tahun 2023 cukup tinggi. Mereka mengalami penularan penyakit HIV lantaran virus itu telah lebih dulu menyerang ibu hamil.

Kementerian Kesehatan RI mencatat, hanya 55 persen ibu hamil yang dilakukan tes HIV. Salah satu penyebabnyapara ibu yang hamil tak dapat izin dari suami untuk dilakukan tes Virus HIV.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Muhammad Syahril menjelaskan, secara umum penularan Virus HIV pada bayi bersumber dari sang ibu yang telah terjangkit virus itu.

Kasus ini menyumbang sebesar 20 persen hingga 45 persen dari seluruh sumber penularan Virus HIV lainnya, seperti hubungan badan, jarum suntik dan transfusi darah yang tak aman.

“Dampaknya, sebanyak 45 persen bayi yang lahir dari ibu yang positif HIV akan lahir dengan HIV. Dan sepanjang hidupnya akan menyandang status HIV Positif,” katanya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Sabtu, 13 Mei 2023. 

Sepanjang tahun 2023, Kementerian Kesehatan mencatat kasus HIV pada anak usia 1 sampai 14 tahun ada 14.150 kasus.

Jumlah ini terus bertambah sekitar 700 hingga 1.000 anak dengan membawa Virus HIV.

dr Syahril mengungkapkan, tercatat ada hanya 55 persen ibu hamil yang dilakukan tes HIV. Salah satu kendalanya, para ibu yang hamil tak dapat izin dari suami untuk dilakukan tes Virus HIV.

Dari sejumlah tersebut 7.153 positif HIV, dan 76 persen belum mendapatkan pengobatan ARV. “Ini juga akan menambah resiko penularan kepada bayi,” tuturnya.

Selain itu, Kemenkes RI juga mencatat dominasi kasus penularan HIV tahun 2023 didominasi oleh para istri atau ibu rumah tangga. Jumlahnya mencapai 35 persen.

Jumlah ibu rumah tangga yang terjangkit virus HIV ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kasus HIV pada kelompok lainnya, seperti suami PSK dan kelompok homo.

Adapun pola penularannya dari suami ke istri.

Halaman:

Tags

Terkini