berita

BSI Dukung Kemandirian Ekonomi Umat Melalui Program Nahdlatut Tujjar

Senin, 26 Juni 2023 | 19:14 WIB
PB PMII mengadakan perayaan Harlah PMII yang ke-63 dengan merevitalisasi pilar-pilar Nahdlatut Tujjar.

RIAUMAKMUR.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengadakan perayaan Hari Lahir (Harlah) PMII yang ke-63 dengan merevitalisasi pilar-pilar Nahdlatut Tujjar, yang sangat diperlukan oleh mahasiswa dan rakyat Indonesia.

Acara Nahdlatut Tujjar Fest dan Diskusi Publik di Kampus UIN Raden Mas Said Surakarta dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Pimpinan Baznas, Saidah Sakwan, MA, Komisaris Independen BSI, Arief Rosyid Hasan, Ketua Umum DPP KNPI, M. Ryano Panjaitan, Ketua UMKM Mahasiswa Jawa Tengah, Ahmad Safruddin, serta kader PMII dari seluruh Indonesia yang hadir di UIN Raden Mas Said Surakarta.

Nahdlatut Tujjar Fest merupakan langkah konkret dari PB PMII dalam mengembangkan kembali gerakan ekonomi tersebut, dengan tujuan untuk menyongsong masa depan Indonesia.

Dalam acara ini, Arief Rosyid Hasan menekankan pentingnya mengambil contoh dari semangat Nahdlatut Tujjar yang sejak lama ditekankan oleh para pendiri Nahdlatul Ulama. Semangat ini harus ditiru dan dilanjutkan perjuangannya di era 5.0 saat ini agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Aktivis PMII yang menjadi garda terdepan kemajuan bagi NU harus dapat menggerakkan semangat Nahdlatut Tujjar karena ke depan tantangan dalam membangun ekonomi global akan semakin banyak tantangan dan rintangan. 

“Energi aktivisme harus bertransformasi untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Harus ada diversifikasi, salah satunya lewat entrepreneurship. Kita perlu merekontekstualisasi spirit Nahdlatut Tujjar agar tetap relevan dengan kebutuhan masa sekarang sambil terus bergerak menyambut kemajuan di masa depan,” ujar, Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Hasan.

Tentu kita ketahui bersama bahwa peran kader ataupun akvitis PMII yang dekat dengan masyarakat sangat dibutuhkan sebagai katalisator kemajuan itu sendiri. 

Peran pemuda sangat strategis dan penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Konsep Nahdlatut Tujjar ini sesuai dengan yang diamanatkan oleh Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Tsaquf yang menekankan pentingnya wirausaha memperhatikan aspek lingkungan. 

“Mengutip perkataan yang disampaikan oleh Gus Yahya, kader NU dan warga NU perlu membangun ekonomi yang ditekankan pada pentingnya wirausaha yang berkelanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan,” tambah pemuda yang juga merupakan Tim Nasional Pelayanan Kepemudaan ini.

Selain itu, Arief Rosyid juga menyampaikan bahwa komitmen BSI untuk mendorong kemandirian ekonomi umat melahirkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh kader PMII seluruh provinsi dan cabang-cabang tempat PMII aktif bergerak.

“BSI berkomitmen mendukung setiap inisiatif yang bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi umat. Melalui program Talenta Wirausaha BSI, Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP), dan BSI UMKM Center, BSI berkontribusi menumbuhkan aktivitas ekonomi umat dalam tubuh organisasi masyarakat Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lainnya. Hal ini juga bisa dioptimalkan dalam lingkup PMII sebagai organisasi kepemudaan yang punga ribuan kader," tukasnya.

Nahdlatut Tujjar Fest dan Dialog Publik menjadi sebuah inovasi gerakan anak muda PMII yang ingin membangun UMKM dan pembangunan inkubasi bisnis yang berkolaborasi dengan Arief Rosyid Hasan, sosok yang berangkat latar belakang aktivis dan beberapa tahun ke belakang semakin memperbesar kapasitas diri dengan berkecimpung di dunia entrepreneurship hingga hari ini menjadi Komisaris Independen BSI.

“Di mana pun kita diberikan amanah, satu yang harus selalu kita ingat bahwa sebaik-baiknya amanah adalah yang diupayakan untuk kepentingan orang banyak. Saya berharap, Nahdlatut Tujjar Fest dan Dialog Publik ini dapat membawa kemaslahatan bagi berbagai lini masyarakat. Secara konkrit, menjadi kontributor pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dari daerah,” tutupnya. ***

Tags

Terkini