“Kepada para Almarhum, tokoh-tokoh pendiri dan tokoh pejuang Provinsi Riau yang telah mendahului, mari kita doakan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridhoi dan membalas segala amal kebaikannya dan ditempatkan dalam surga Jannatun Na’iim. Aamiin Ya Rabbal’alaamiin.” pungkasnya.
Sebagai informasi, dari pantauan Media Center Riau, usai pelaksanaan upacara terdapat ratusan pelajar SMA/SMK yang menampilkan tarian kolosal. Pertunjukan ini membentuk formasi angka 66 yang diiringi oleh alunan lagu daerah dari 12 kabupaten kota di Riau.
Selain itu, Gubri Syamsuar melaunching kurikulum muatan baru di Provinsi Riau, yakni mata pelajaran lokal Budaya Melayu.
Di mana mata pelajaran ini sudah digagas oleh Gubri Syamsuar sebelumnya. Namun, baru tahun ini masuk dalam sistem pelajaran Data Pokok Pendidikak (Dapodik) untuk sekolah, mulai dari Paud, SD, SMP dan SMA sederajat.
Selanjutnya, juga diluncurkan Mushaf Al-quran bernuansa budaya melayu hasil karya dari budayawan sekaligus sastrawan Riau, Alm. Tenas Effendy. Dan ada pula penyerahan penghargaan Wira Bina Desa untuk Bupati / Wali Kota yang telah berhasil mengembangangkan berbagai program pertumbuhan di daerah. ***