berita

Niat Ibadah Haji, Pasutri Penjual Martabak Gowes Ribuan Kilometer

Minggu, 27 Agustus 2023 | 09:47 WIB
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar (dua dari kiri) menyambut hangat Arif Mulyono dan istrinya Nurlaeli di Kediaman Gubri, Pekanbaru, pada Sabtu (26/08/2023) malam.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Pasangan suami istri (Pasutri) asal Purbalingga, Jawa Tengah, bertekad tunaikan ibadah haji dengan bersepeda. Dalam perjalanan menuju Makkah, pasutri itu sempat singgah di kediaman Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru. 

Pasutri bernama Arif Mulyono dan istrinya Nurlaeli itu tiba di rumah dinas Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, pada Sabtu (26/08/2023) malam. Mereka telah menempuh perjalanan ribuan kilometer dari kampung halamannya. 

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menyambut hangat dua pesepeda ini. Ia mengaku takjub melihat ketangguhan sejoli dari kota yang dijuluki "Perwira" ini (Pengabdian, Ramah, Wibawa, Iman, Rapi, dan Aman).

Kisah perjalanan suami istri yang berprofesi penjual martabak ini bagaikan pelecut kesadaran bagi orang yang memiliki harta yang cukup serta badan yang sehat, justru belum memiliki niat untuk melaksanakan ibadah haji.

"Ini luar biasa, adapun kita uang agar bisa mendaftar haji plus, belum tentu juga ada niat untuk berangkat. Harta yang banyak dan badan yang sehat bukan suatu yang menjamin kita akan sampai ke Makkah untuk berhaji. Ikhtiar yang besar ini semoga dimudahkan allah," ujar Gubri Syamsuar.

 mendoakan agar Arief dan Nurlaeli selalu sehat dan bisa melaksanakan ibadah haji sehingga menjadi haji yang mabrur. Ia juga menitip doa, agar Indonesia selalu diberikan keberkahan. 

"Mudahah-mudahan [Arief dan Nurlaeli] mendapat haji yang mabrur, kami doakan semoga perjalanannya lancar. Kami titip doa kepada bapak ibu, doakan negeri kita ini aman dan tentram, serta doakan semoga Allah berikan hal-hal yang terbaik untuk kemajuan Indonesia," ucap Gubri Syamsuar. 

Kebulatan hati yang besar membuat Arif dan Nurlaeli optimistis bisa sampai ke baitullah pada musim haji 2024 mendatang.

Kendati mereka harus menggowes sepeda ribuan kilometer atau sekitar 8 bulan hingga tiba di tanah suci. 

Pasutri ini juga telah mempersiapkan paspor obat-obatan, tenda, kompor portable, dan dokumen lainnya.

Alasan memilih sepeda, lantaran mereka tak mau ikut antrean lama, jika melaksanakan ibadah haji sesuai jadwal pemerintah. 

Tekad Arief dan Nurlaeli sudah bulat. Untuk memenuhi rukun Islam kelima itu, mereka telah menabung puluhan tahun dari hasil penjualan martabak. 

Halaman:

Tags

Terkini